Berita Trenggalek

2 Tersangka Kasus Pencabulan Anak di Trenggalek Sudah Ditahan, 1 Masih Buron

Anak perempuan berusia 15 tahun di Trenggalek dicekoki minuman keras hingga mabuk, lalu dicabuli oleh tiga tersangka

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Dua tersangka pencabulan pencabulan anak di bawah umur saat ungkap kasus di Polres Trenggalek, Senin (29/8/2022). 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Tiga pemuda BAM (19), BAN (18) dan AP (18) jadi tersangka kasus pencabulan anak di Trenggalek.

BAM merupakan warga Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Sementara BAN dan AP adalah warga Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.

BAM dan BAN telah diringkus polisi dan kini mendekam di tahanan Mapolres Trenggalek.

Sedangkan untuk tersangka AP, hingga kini masih buron dan dalam pengejaran anggota kepolisian.

Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino menjelaskan, korban pencabulan itu adalah seorang anak di bawah umur asal Trenggalek, berusia 15 tahun.

Ia menjelaskan, aksi pencabulan itu bermula dari pertemuan korban dan para tersangka di Alun-Alun Ponorogo, Kamis (7/7/2022) malam.

Saat itu, kata Alith, korban secara kebetulan bertemu dengan para tersangka. Kebetulan, salah satu tersangka adalah kawan lama korban.

"Korban kemudian diajak untuk pergi ke Pantai Konang di Kecamatan Panggul," kata Alith, dalam ungkap kasus, Senin (29/8/2022).

Di sana, lanjut Alith, para tersangka menggelar pesta minuman keras.

"Korban juga dipaksa untuk minum (minuman keras). Kalau bahasa lokalnya 'dicekoki'," sambung Alith.

Saat korban mabuk, saat itulah ulah jahat para tersangka dilakukan. Ketiganya mencabuli korban.

Kasus itu terendus beberapa hari kemudian. Korban menceritakan kejadian yang ia alami kepada salah seorang guru silatnya.

Sang guru kemudian menyampaikan cerita itu ke orang tua korban.

"Ayah korban melaporkan kejadian itu ke Polres Trenggalek. Setelah kami dalami, kami akhirnya berhasil menangkap BAM dan BAN di area hutan Precet di Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek," sambungnya.

BAM mengakui aksi yang ia jalankan bersama teman-temannya.

Ia mengaku mengenal korban sejak 2018. Setelah lama tak saling kontak, mereka bertemu secara tak sengaja di Alun-Alun Ponorogo.

"Menyesal, Pak," kata BAM.

Kini, BAM dan rekannya harus mendekam di penjara. Polisi menjerat mereka dengan undang-undang perlindungan anak dan kekerasan seksual.

"Ancaman hukumannya minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun," sambung Kapolres.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved