Jumat, 24 April 2026

Berita Banyuwangi

Kembali Digelar Pasca Pandemi, Sendratari Meras Gandrung Banyuwangi Akan Digelar Setiap Pekan

Setelah digelar perdana usai pandemi, Sabtu (27/8/2022), Meras Gandrung akan kembali digelar 3, 10, dan 17 September.

Penulis: Haorrahman | Editor: Deddy Humana
surya/haorrahman
Pementasan sendratari Meras Gandrung di Taman Gandrung Terakota Banyuwangi, Sabtu (27/8/2022). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi, menyaksikan sendratari Meras Gandrung bisa menjadi pilihan. Digelar di Taman Gandrung Tarakota, seni pertunjukan "wisudanya penari gandrung" tersebut bakal digelar tiap pekan.

"Salah satu cara untuk melestarikan seni budaya itu adalah dengan menggelar pertunjukan yang berjadwal tetap. Selain terus memberikan ruang bagi para seniman, juga untuk “syiar” budaya dan kesenian kita. Wisatawan bisa tahu kapan harus menyaksikan kesenian tersebut," kata Sigit Pramono, pendiri Taman Gandrung Terakota, saat pementasan Meras Gandrung, Sabtu (27/8/2022).

Meras Gandrung sebenarnya telah rutin digelar. Namun sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Kini sendratari Meras Gandrung kembali digelar. "Kami akan berupaya untuk menggelar pertunjukan seni tiap pekan di sini (Taman Gandrung Terakota),” kata Sigit.

Sendratari Meras Gandrung merupakan pementasan kolosal oleh para penari gandrung. Menggambarkan perjuangan keras seorang penari gandrung dalam mengatasi tantangan dan ujian berat agar dapat diwisuda menjadi penari gandrung.

Setelah digelar perdana usai pandemi, Sabtu (27/8/2022), Meras Gandrung akan kembali digelar 3, 10, dan 17 September.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Sigit Pramono. Menurutnya dengan jadwal yang tetap, akan memudahkan wisatawan yang penasaran dengan Meras Gandrung.

"Kami sangat berterima kasih, telah turut melestarikan seni dan budaya Banyuwangi. Pementasan seni yang menarik di tempat yang eksotik. Sungguh perpaduan yang tepat," puji Ipuk.

Taman Gandrung Terakota merupakan situs budaya yang memiliki sekitar 1.000 patung penari yang terbuat tembikar yang diletakkan di area persawahan di lereng Gunung Ijen.

Tempatnya memiliki lanskap yang eksotis karena dikelilingi pemandangan pegunungan dan dibangun di tengah area persawahan yang subur. "Semoga dengan sendratari Meras Gandrung yang digelar rutin ini bisa kian menambah kunjungan wisatawan," tambah Ipuk. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved