Berita Pasuruan
Sempat Terkendala SK, Program Perbaikan 1.172 RTLH di Pasuruan Kembali Digulirkan
Plt Kepala Dinas Perkim Kabupaten Pasuruan, Trijono Isdiyanto menjelaskan, program bedah rumah sebagian sudah berjalan
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, PASURUAN - Program pembangunan dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sempat terkendala beberapa hari karena SK, akhirnya terselesaikan. Pemkab Pasuruan sudah mengeluarkan SK yang menandai bahwa program bedah rumah untuk masyarakat miskin siap dilaksanakan.
Tahun ini, Pemkab Pasuruan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan 1.172 unit RTLH. Dengan adanya SK ini, pencairan anggaran sudah bisa digulirkan.
Plt Kepala Dinas Perkim Kabupaten Pasuruan, Trijono Isdiyanto menjelaskan, program bedah rumah sebagian sudah berjalan. Bahkan sudah ada beberapa warga miskin yang sudah melakukan pembongkaran rumah setelah SK dikeluarkan.
”Total bedah rumah tahap I sebanyak 446 unit. Nantinya, akan dilanjutkan di tahap II dan tahap III," kata Trijono, Kamis (25/8/2022) siang.
Disampaikan Trijono, yang sudah mulai melakukan pengerjaan ada di Kecamatan Winongan yaitu 37 unit rumah, Kecamatan Grati 7 unit dan Kecamatan Nguling 14 unit.
Dikatakannya, tidak semua usulan warga terkait prorgram RTLH ini direalisasikan tahun 2022 ini. Ia menyebut, jika yang belum direalisasikan akan diusulkan di tahun depan. "Pada prinsipnya, mereka sudah bisa melakukan pengerjaan karena anggaran yang disiapkan yakni Rp 12 juta untuk material, dan Rp 3 juta untuk pekerja," urainya.
Disebutkannya, untuk material bangunan dalam program bedah rumah adalah dengan kerjasama antara kelompok masyarakat itu sendiri.
"Toko galangan wajib melayani kebutuhan material dengan pembayaran di belakang. Yang menentukan toko bahan bangunan adalah masyarakat, dinas tidak ikut campur," tegasnya. ***