Berita Surabaya

Realisasi Pendapatan Negara secara Nominal Tumbuh 24,01 Persen Hingga Juli 2022

Kementerian Keuangan Provinsi Jatim menyampaikan laporan Asset and Liability Committee (ALCo) Regional Jatim hingga 31 Juli 2022.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
IST
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jatim, Taukhid (kiri), saat memaparkan ALco sampai Juli 2022. 

“Artinya optimisme pemerintah bahwa kontribusi Jatim ini akan terus signifikan dan diyakini bagus,” ujar Taukhid.

Adapun realisasi belanja negara yakni mencapai Rp 65,31 triliun dari pagi alokasi sebesar Rp 119,93 triliun, dan secara nominal lebih rendah sebesar Rp 1,96 triliun atau tumbuh negatif sebesar 2,91 triliun (yoy).

Sementara realisasi I-Account APBD se-Jatim berasal dari realisasi pendapatan daerah konsolidasian se-Jatim sebesar Rp 64,79 triliun, yang berasal dari PAD sebesar Rp 20,85 triliun, dana transfer dari pusat sebesar Rp 43,44 triliun, dan pendapatan lainnya sebesar Rp 0,50 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, Taukhid juga memaparkan tentang perkembangan update kasus Covid-19 Jatim, di mana per 31 Juli 2022, jumlah pasien Covid-19 meningkat sebanyak 10.270 pasien atau 1,77 persen  dibandingan bulan Juni 2022.

Secara kumulatif terdapat 588.330 pasien kasus Covid-19 yang terkonfirmasi dengan dengan jumlah kasus kematian mencapai 31.682 pasien (5,39 persen), kasus sembuh sebanyak 555.571 pasien (94,43 persen) dan kasus aktif sebanyak 1.077 pasien (0,18 persen).

Capaian vaksinasi menunjukkan progres yang positif.

Tercatat untuk vaksin dosis 1 mencapai 30,08 juta (94,53 persen), dosis 2 mencapai 25,78 juta (81,02 persen), vaksin booster mencapai 7,31 juta (20,03 persen) orang dari target sasaran vaksin sebanyak 31.826.206.

Kemudian kondisi inflasi bulan Juli 2022 sebesar 0,61 persen (m-to-m), inflasi tahun kalender Juli 2022 sebesar 3,95 persen, Inflasi Tahun ke Tahun di Jawa Timur mencapai 5,39 persen (y-on-y).

Pada bulan Juli ini (m-to-m) terdapat tiga Kelompok Pengeluaran penyumbang tingkat inflasi tertinggi yaitu pada Makanan, Minuman dan Tembakau (1,12 persen), Transportasi (0,99 persen) dan Penyediaan Makanan dan Minuman (0,93 persen).

Di samping itu terdapat kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa.

PDRB Jawa Timur Triwulan II-2022 yang diukur Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar Rp 677,52 triliun.

Sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp 438,03 triliun.

Dibandingkan dengan TW-I (q-to-q), perekononomian Jatim tumbuh sebesar 2,39 persen dan jika dibandingkan TW-II tahun 2021 (y-o-y), perekonomian Jatim tumbuh sebesar 5,74 persen.

Secara Kumulatif perekonomian Jatim selama semester I tahun 2022 dibandingkan dengan semester I tahun 2021, perekonomian Jatim tumbuh sebesar 5,49 persen.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved