Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Targetkan PTSL Jatim Tuntas di 2024, Masih Kurang Penerbitan 7,3 Juta Sertifikat

Gubernur Khofifah menegaskan komitmennya bersama bupati/walikota se Jatim untuk menyukseskan Jatim 2024 tuntas Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Istimewa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya bersama bupati/walikota se Jatim untuk menyukseskan Jatim 2024 tuntas Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Di tahun 2024 target penyelesaian PTSL Jatim adalah 19,9 juta sertifikat. Hingga saat ini, berdasarkan data Kementerian ATR/BPN RI capaian PTSL Jatim sudah mencapai 12,6 juta. Sehingga masih ada 7,3 juta yang harus diselesaikan bersama.

"Kami bersama bupati/walikota se-Jatim berupaya maksimal untuk dapat mentuntaskan target PTSL 2024. Sinkronisasi dengan elemen strategis terkait bersama-sama telah membentuk Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA)," ungkapnya, Rabu (24/8/2022).

Khofifah menyebut, animo masyarakat dalam program PTSL di Jatim cukup besar. Hal tersebut sejalan dengan kesadaran masyarakat yang telah menyadari akan pentingnya sertipikasi tanah sebagai kekuatan hukum hak atas tanah yang mereka miliki.

"Kami optimistis target 7,3 juta sertifikat bisa terpenuhi di tahun 2024. Kami pun terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program nasional ini. Apalagi program ini tidak dikenakan biaya alias gratis," imbuhnya.

Khofifah dokumen kepemilikan tanah sangat penting bagi masyarakat.

Khofifah juga mengingatkan, agar masyarakat lebih berhati-hati jika dokumen itu digunakan jaminan hutang.

"Harus berhitung, apakah pendapatan cukup untuk mengangsur pinjaman bank. Jangan sampai sertipikat ini hilang karena dilelang sebagai pelunasan hutang. Gunakan untuk modal usaha, jangan konsumtif untuk beli mobil, motor, handphone, dan lainnya," ujarnya.

Selain itu, menurut Khofifah, pihaknya mengingatkan kepada bupati/walikota untuk dapat mengalokasikan serta menyiapkan anggaran pada P-APBD agar bisa menuntaskan 1.8 juta PTSL di Jatim di tahun 2022.

Dukungan dari pemerintah kabupaten/kota sangat dibutuhkan terkait penggunaan anggaran yang bisa disiapkan pada PAK yang saat ini tengah dibahas.

"Kepada bupati/walikota diharapkan ada penyesuaian anggaran yang cukup tajam di tahun 2022 untuk menuntaskan PTSL sebanyak 1.8 juta. Jadi kami membutuhkan peran dari daerah agar berkenan urunan menyiapkan anggaran demi mempercepat proses mendukung legalisasi PTSL," jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved