Grahadi

Pemprov Jatim

Pemprov Jatim Dorong Realisasi Investasi Lewat East Java Investment Week

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Jawa Timur dalam waktu dekat akan menggelar East Java Investment Week 2022.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Jawa Timur menggelar teachnical meeting untuk mematangkan gelaran East Java Investment Week di Hotel Aria Surabaya, Selasa (23/8/2022) 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus berupaya mendongkrak realisasi investasi. Untuk itu Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Jawa Timur dalam waktu dekat akan menggelar East Java Investment Week 2022.

Hari Selasa (23/8/2022) ini, di Aria Hotel Surabaya, DPM-PTSP Jatim menggelar technical meeting untuk mematangkan gelaran yang bakal dihelat pada 14-16 September 2022 mendatang tersebut di Tunjungan Plaza. 

"Alhamdulillah investasi di Jawa Timur tumbuh positif sebelum maupun setelah pandemi. Bahkan realisasi investasi kita meningkat bagus. Bahkan semester 1 tumbuhnya 69 persen, dibanding semester pertama tahun 2021," kata Kepala DPM-PTSP Jatim, Aris Mukiyono usai memimpin technical meeting siang ini. 

Dengan capaian investasi yang membanggakan di semester pertama, membuat DPM-PTSP Jatim semakin terlecut semangatnya untuk terus mempromosikan potensi-potensi Jatim agar investasi deras mengalir masuk hingga akhir tahun 2022 mendatang. 

Sebagaimana diketahui, Pemprov Jatim memiliki target pencapaian investasi di tahun 2022 akan tembus Rp 80 trilliun. Dengan posisi capaian realisasi investasi hingga semester I mencapai Rp 53,5 trilliun atau telah tercapai 66,9 persen. 

"Untuk mengejar itu, maka kami mencoba untuk mengadakan event yang bersifat kolaboratif, yaitu East Java Investment Week ini. Dan ini menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Jawa Timur yang ke 77," tegas Aris. 

Atas perintah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Aris menuturkan, bahwa semuanya harus dikonsep secara detail dan menarik agar berhasil mengajak investor untuk menanamkan modalnya dan berusaha di Jawa Timur. 

Karena itu, dalam East Java Investment Week ini, DPM-PTSP Jatim akan bersinergi dengan BUMN dan perusahaan-perusahaan yang ada di Jawa Timur.

"Mereka akan kita ajak untuk bersemangat menggeliatkan realiasi investasi di Jatim. Yang harapannya akan menjadi pemancing bagi para investor. Kami sudah menyusun bahwa East Java Investment Week akan dirangkai dalam sejumlah agenda besar. Yang hari pertama adalah seminar investasi, alhamdulillah secara resmi Pak Wali Kota Surabaya dan Bupati Lumajang serta Deputi dari BKPM juga akan hadir," jelas Aris. 

Tidak hanya itu, rencananya dalam opening ceremony juga akan dihadirkan Menteri BUMN Erick Thohir. Yang mana menteri BUMN  tersebut berharap bisa menyinergikan kegiatan BUMN di Jatim dengan Pemprov Jatim. 

"Di samping itu, kami melakukan fasilitasi perizinan gratis. Akan ada 3.000 Nomor Induk Berusaha (NIB) yang kami targetkan terbit selama 3 hari acara East Java Investment Week ini," ungkapnya. 

Selanjutnya di hari kedua, akan diisi dengan Match Making dengan mengundang sebanyak 10 provinsi dan tiga pengusaha. Diharapkan untuk mencocokkan agenda dan sinergi investasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Jatim. 

"Nah di hari ketiga, kami akan mengumpulkan 150 start up Jatim supaya ada capacity building. Di situ ada pameran investasinya juga untuk memperlihatkan pada perusahaan-perusahaan dunia yang kami undang," ujar Aris. 

Dikatakan Aris, ada 6 negara IIPC yang diajak bekerja sama dalam event ini. Yang tujuannya adalah untuk mendekatkan pangsa pasar bagi pelaku usaha khususnya start up Jatim.

Keenam negara yang dimaksud adalah Australia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Abu Dhabi dan juga Taiwan. 

"Kami berharap kegiatan ini bisa maksimal menawarkan investasi di Jatim. Sehingga realisasi investasi Jatim menjadi bagus dan menjaring PMA dan PMDN," pungkas Aris. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved