Berita Kota Mojokerto

Tiang Ornamen di Gedung Sekdakot Mojokerto Ambruk, Ning Ita Tegur Kontraktor Yang Hanya Kejar Target

Ning Ita sapaan Walikota Mojokerto membenarkan terkait kejadian tiang ornamen Facade yang ambruk, Kamis (18/8/2022) lalu

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Deddy Humana
surya/mohammad romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari meninjau tiang ambruk di bangunan gedung Sekretariat Daerah (Sekda) Pemkot Mojokerto. 

SURYA.CO.ID, KOTA MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan agar pihak rekanan atau kontraktor tidak main-main dalam pengerjaan proyek pembangunan gedung di Pemkot Mojokerto. Ini menyusul sebuah tiang ornamen setinggi empat meter bangunan gedung Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Mojokerto yang tiba-tiba ambruk.

Ning Ita sapaan Walikota Mojokerto membenarkan terkait kejadian tiang ornamen Facade yang ambruk, Kamis (18/8/2022) lalu. Bahkan ia juga meninjau langsung di lokasi kejadian tiang ambruk tersebut. "Kejadiannya (tiang ambruk) itu nanti kita evaluasi," tegas Ning Ita, Minggu (21/8).

Ning Ita menjelaskan penyebab tiang ambruk lantaran ada kelalaian dari kontraktor dan minimnya pengawas di lapangan. Selain itu, pihak kontraktor diduga terburu-buru mengejar target sehingga pondasi bagian bawah yang belum kering mengakibatkan tiang roboh.

"Kemarin itu libur satu hari HUT RI kan, di sini (pemkot) digunakan kegiatan full dan seluruh pekerjaan dihentikan satu hari, sehingga dikebut. Bagian bawah tiang belum kering, dikerjakan lagi atasnya. Dan ini akan jadi bahan evaluasi," bebernya.

Usai kejadian itu, ia akan memanggil dinas PUPR Kota Mojokerto untuk evaluasi penyebab tiang ambruk tersebut. Pihaknya juga meminta seluruh stakeholder termasuk masyarakat untuk melakukan pengawasan dalam pembangunan gedung fasilitas publik di Pemkot Mojokerto.

"Ayo kita awasi bersama jika ada hal-hal yang menurut teman-teman media dan masyarakat silakan disampaikan kami sebagai bahan evaluasi," ujar Ning Ita.

Kepala Bidang Penataan Ruang, Bangunan dan Bina Kontruksi (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto, Yustian Suhandinata menambahkan pengerjaan tiang yang seharusnya setinggi delapan meter ini dilakukan selama tiga hari.

Namun pengerjaan oleh kontraktor dikebut dalam satu hari. Sehingga kondisi tiang dasar belum kering namun dipaksakan memasang bagian atas setinggi tiga meter.

"Kalau materialnya sudah standar, tetapi tahapan pengerjaannya yang dipercepat karena libur sehari itu. Nanti kita panggil yang bersangkutan untuk evaluasi dan teguran," kata Yustian. ****

 

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved