Berita Tuban

Polemik Pemecatan 33 Pekerja PT IKSG, Disnakerin Tuban Bakal Meminta Bantuan Mediator Provinsi

Polemik pemecatan terhadap 33 pekerja PT Swabina Gatra yang dipekerjakan di PT Industri Kemasan Sementara Gresik (IKSG) di Tuban belum berujung.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Sudarsono
Aksi demo buruh di PT Industri Kemasan Sementara Gresik (IKSG) Tuban, Senin (15/8/2022). 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Polemik pemecatan terhadap 33 pekerja PT Swabina Gatra yang dipekerjakan di PT Industri Kemasan Sementara Gresik (IKSG) di Tuban belum berujung.

Diketahui puluhan pekerja itu diputus hubungan kerja (PHK) pada 9 Agustus 2002, padahal kontrak berakhir 1 Desember mendatang.

Ratusan buruh pun berunjukrasa di kantor PT IKSG di Kecamatan Jenu, hingga berujung bentrok dengan petugas kepolisian yang berjaga, Senin (16/8/2022).

Aksi buruh di Tuban yang tergabung dengan PT FSPMI di PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG), Kecamatan Jenu, ricuh hingga beberapa orang diamankan, Senin (15/8/2022).
Aksi buruh di Tuban yang tergabung dengan PT FSPMI di PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG), Kecamatan Jenu, ricuh hingga beberapa orang diamankan, Senin (15/8/2022). (SURYA.CO.ID/M Sudarsono)

Baca juga: Demo Buruh di Tuban Berujung Ricuh, Sejumlah Orang Diamankan

Baca juga: Meski Didemo Buruh, Pihak PT IKSG Tetap Tolak Pekerjakan Kembali 33 Pekerja yang Telah Dipecat

Dinas Tenaga Kerja dan Industri (Disnakerin) Kabupaten Tuban, akhirnya bersuara atas polemik tersebut.

"Kami akan mengundang meminta bantuan tenaga mediator dari provinsi, atas permasalahan ini," kata Kepala Disnakerin Kabupaten Tuban, Sugeng Purnomo kepada wartawan, Selasa (16/8/2022).

Ia menjelaskan, pihaknya akan mengundang atau meminta bantuan dari mediator yang berkompeten atau bersertifikasi maupun ber SK kementerian, sesuai regulasi yang ada.

Hingga kini perihal pemecatan tersebut belum ada keputusan, karena memang tidak ada titik temu.

Untuk itu ia akan segera berkirim surat, namun untuk ketersediaan tenaga mediator itu kewenangan provinsi bisanya kapan.

"Serikat buruh sudah klarifikasi dengan kami, tidak mediasi karena tidak ada titik temu. Kami tidak bisa memutuskan, karena sudah ada surat PHK perusahaan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi ratusan buruh tersebut dipicu oleh pemecatan 33 pekerja di perusahaan PT IKSG.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved