Berita Gresik
Pelajar SD di Kabupaten Gresik Ikut Lestarikan Budaya Gerakan Seribu Damar Kurung
Para pelajar Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Gresik melestarikan budaya dengan membawa damar kurung ke sekolah.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, GRESIK - Para pelajar Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Gresik melestarikan budaya dengan membawa damar kurung ke sekolah.
Gerakan seribu damar kurung di Lapangan Timur SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb) Gresik, Selasa (16/8/2022) ini merupakan rangkaian acara jelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-77.
Hadir dalam kegiatan ini Joko Iwan, seniman sekaligus Pemuda Pelopor Nasional Sosial Budaya dan Pariwisata 2014; M Anhar KH, pengrajin songkok lukis dan damar kurung; serta Kris Adji AW, seniman serta penulis.
Para siswa kelas 1 sampai 6 kompak mengenakan baju bernuansa merah putih juga ikut menyaksikan.
"Gerakan seribu damar kurung dalam rangka mendukung gerakan satu rumah satu damar kurung," ucap Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb) Gresik, M Nor Qomari.
Sebanyak 928 murid nantinya membawa damar kurung ke rumah dan dipasang.
Budayawan Gresik, Kris Adji AW mengaku sangat bersyukur makin banyak mendukung Gerakan Seribu Damar Kurung.
Ini untuk melestarikan dan mengenalkan, sekaligus mengerti makna damar kurung itu seperti apa.
Damar kurung khas Gresik ini sudah diakui sebagai warisan budaya dunia karena telah didaftarkan ke Unesco.
"Kalian memasang damar kurung di rumah itu perannya sangat besar. Meski cuma satu, tapi turut membantu agar damar kurung khas Gresik ini diakui dunia!" tuturnya.
BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Gerakan-seribu-damar-kurung-di-sekolah-Selasa-1682022.jpg)