Berita Kediri

Dampak Masifnya Perburuan, Ikan Endemik Sungai Brantas Mulai Berkurang

Tidak banyak lagi pedagang ikan yang menjajakan ikan yang dihasilkan di aliran Sungai Brantas.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/didik mashudi
Pedagang ikan khas Sungai Brantas yang menggelar lapak di Jalan Bendungan Gerak Waruturi, Gampengrejo, Kabupaten Kediri. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Ikan khas endemik Sungai Brantas jumlahnya sudah mulai berkurang.

Tidak banyak lagi pedagang ikan yang menjajakan ikan yang dihasilkan di aliran Sungai Brantas.

Seperti terlihat Senin (15/8/2022) di kawasan Bendungan Gerak Waruturi Gampengrejo, Kabupaten Kediri hanya terlihat satu penjual ikan endemik Sungai Brantas.

Sebelumnya cukup banyak pedagang ikan khas Sungai Brantas.

Namun seiring semakin gencar dan masifnya perburuan populasi ikan endemik Sungai Brantas semakin berkurang.

Beberapa ikan endemik yang hidup di Sungai Brantas di antaranya, ikan bader, tawes, wader, nila, jendil, rengkik atau baung, ikan sili serta belut Brantas.

Ikan yang banyak terjaring dan ditangkap pemancing ikan masih didominasi jenis ikan bader, rengkik, keting dan wader.

Pemancing dan penjala ikan sekarang sudah sangat jarang menemui ikan sili dan jendil.

Ikan jendil bentuknya mirip sekali dengan ikan patin yang banyak dijual di pasar.

Namun jika dilihat lebih cermat meski bentuknya mirip, namun warna ikan jendil lebih gelap dibandingkan ikan patin yang dibesarkan di kolam.

Toro, penjual ikan endemik Sungai Brantas menjelaskan, menjual ikan hasil tangkapan nelayan yang biasa mencari ikan di kawasan Bendungan Gerak Waruturi.

Ikan termahal seperti belut harganya mencapai Rp 70.000 per kg, sedangkan bader biasa dijual Rp 25.000 per kg, jendil Rp 50.000 per kg, wader dan keting Rp 30.000 per kg.

Setiap hari rata-rata Toro menjual ikan endemik Sungai Brantas antara 25 - 30 kg.

"Yang paling banyak dicari pembeli sekarang ikan wader," ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved