Berita Banyuwangi

Camping Embun, Cara Banyuwangi Urai Permasalahan Dokumen Kependudukan di Kawasan Hutan

Jauhnya akses menuju pusat pelayanan menjadi salah alasan masyarakat enggan mengurus atau memperbarui adminduk.

Penulis: Haorrahman | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Humas Pemkab Banyuwangi
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat mengunjungi Festival Camping Embun, Selasa (10/8/2022). 

Di Desa Kajarharjo, banyak yang tidak memperbaharui adminduk karena ketidaktahuan mereka.

Seperti nenek Duma (63) yang memiliki KTP masih berbentuk seperti tahun 1990-an (berwarna putih) bukan KTP elektronik.

"Saya tidak tahu kalau harus buat KTP baru. Karena itu mumpung di sini jadi saya mengurusnya," kata Duma.

Banyak pula permasalahan adminduk lainnya, seperti warga pendatang yang tidak mengetahui alur kepengurusannya, sehingga enggan untuk mengurus.

"Di kawasan yang geografis dan teknloginya tidak terjangkau seperti pemukiman di kawasan hutan dan perkebunan memang banyak ditemukan persoalan-persoalan adminduk. Karena itu kami mendekatkan layanan, dengan datang langsung ke kawasan-kawasan tersebut," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

"Saya ucapkan terima kasih pada petugas Dispendukcapil, yang harus camping dan menginap untuk memberikan layanan. Semoga ini menjadi amal ibadah Anda," kata Ipuk.

Ditambahkan Kepala Dispendukcapil Juang Pribadi, hingga Selasa siang telah 87 persen dokumen adminduk yang berhasil terselesaikan dari total target sekitar 650 orang.

Kurang 13 persen dokumen atau sekitar 105, karena harus melalui proses yang lebih sulit.

"Seperti warga pendatang yang melakukan perubahan dokumen, tapi belum mengurus ke daerah asalnya. Kami mencoba untuk komunikasi dengan pemerintah daerah asal yang bersangkutan untuk menarik berkas, dan kami upayakan untuk selesai hari ini,' kata Juang.

"Dari semalam kami menginap untuk mempersiapkan sarana dan prasarana. Mulai pagi tadi kami membuka layanan hingga besok," tambah Juang.

Belum lagi kasus-kasus sulit yang membutuhkan waktu yang cukup lama.

Seperti warga yang mengurus akta cerai, namun tidak memiliki surat keputusan dari persidangan.

Juang mengatakan dalam Camping Embun kali ini, selain pengrusuan dokumen adminduk mulai pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, akta kematian, akta keluarga, dan perubahan dokumen lainnya, juga terdapat layanan sidang Isbat bekerjasama dengan Pengadilan Agama.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved