Persebaya Surabaya
Jadwal Persebaya Diprotes Bonek, Indosiar Digruduk Ribuan Suporter di Surabaya
Sedikitnya 5.000 massa Bonek, siporter Persebaya Surabaya akan melakukan perlawanan dengan menggelar aksi demontrasi dikantor PT Indosiar
Penulis: Khairul Amin | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.co.id | SURABAYA - Jadwal Persebaya Surabaya pada Liga 1 2022-2023 yang larut malam terus dipersoalkan. Kali ini Bonek mempermasalahkan dan terus memprotes dengan gerakan aksi turun jalan alias demo.
Sedikitnya 5.000 massa Bonek, siporter Persebaya Surabaya akan melakukan perlawanan dengan menggelar aksi demontrasi dikantor PT Indosiar Surabaya Televisi (EMTEK Group), Selasa (9/8/2022).
Boenk akhirnya menggelar aksi demontrasi memperotes jadwal Persebaya Surabaya pada Liga 1 2022-2023 yang digelar terlalu malam pukul 20.30 WIB. Dimana laga digelar di jam tersebut untuk kepentingan pemegang hak siar, EMTEK Group, yaitu Indosiar.
Waktu digelarnya laga Liga 1 yang didalamnya ada jadwal Persebaya hingga larut malam ini menjadi pertama sepanjang era Liga 1 setelah sebelumnya paling malam digelar rata-rata pukul 18.30 Wib.
Tiga laga awal yang sudah dijalani Persebaya, semuanya digelar pukul 20.30 Wib.
Sebelumnya manajemen Persebaya sudah melayangkan protes pada PT LIB selaku operator kompetisi, tapi dianggap angin lalu.
"Sampai saat ini belum ada perubahan jadwal Persebaya, makanya kami lakukan protes," jelas Husin Ghozali (Cak Cong) koordinator Green Nord 27, salah satu komunitas tribun Persebaya saat dikonfirmasi surya.co.id, Selasa (9/8/2022) pagi.
Ditambahkan, aksi ini merupakan hasil kesepakatan semua kelompok tribun di Persebaya karena menilai laga digelar larut malam, di atas pukul 20.00 Wib lebih banyak sisi negatifnya, hanya lebih menguntungkan pemegang hak siar.
Dampak negatifnya adalah sisi kerawanan, kesehatan pemain, sepak bola menjadi tidak ramah anak, juga pemasukan tim turun akibat minimnya suporter yang nribun di jam tersebut karena pertimbangan kesibukan lain, bidang pekerjaan maupun pendidikan.
Laga kandang Persebaya saat menjamu Persita Tangerang (1/8/2022) di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) lalu hanya disaksikan oleh 4500 penonton. Rekor jumlah penonton paling sedikit laga kandang Persebaya di GBT sejak era Liga 1.
"Itu kerugian besar bagi Persebaya. Tuntutan kami gak muluk-muluk, kembali pada jam biasa seperti sebelumnya, paling malam pukul 18.30 Wib," ucap Cak Cong.
Tuntutan ini sejalan dengan heterogennya Bonek yang terdiri dari pelajar hingga pekerja. Harapannya dengan bermain tidak terlalu malam, semua kalangan Bonek bisa memberikan dukungan pada Persebaya.
Dukungan maksimal Bonek diharapkan bisa menjadi motivasi ekstra pemain Persebaya yang sedang berjuang didalam lapangan.
"Sehingga tidak harus ada yang dikorbankan saat dukung Persebaya," pungkasnya.
Dalam informasi yang dibagikan akun-akun resmi komunitas Bonek, aksi ini akan dilangsungkan dari titik kumpul utama bundaran Margomulyo, Surabaya sejak pukul 11.00 WIB.
Bukan Tim Jago Gandang
Kekalahan 1-0 Persebaya atas Bhayangkara FC, Minggu (7/8/2022) kemarin malam di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, laga pekan ketiga Liga 1 2022.
Menjadikan rekor laga tandang Persebaya kurang baik, dua laga tandang yang sudah dijalani selalu menelan kekalahan.
Laga tandang pertama Persebaya kalah 1-0 dari Persikabo (25/7/2022).
Dari total tiga laga yang sudah dijalani, Persebaya baru meraih kemenangan satu laga, menang 2-0 atas Persita Tangerang (1/8/2022).
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso tidak mau timnya disebut sebagai tim jago kandang meski dua laga tandang yang dilakoni selama ini tidak mendapatkan poin.
"Ini masih dua pertandingan (tandang), masih terlalu dini juga nyebut Persebaya jago kandang," ungkap Aji Santoso.
Apalagi secara permainan ia katakan timnya tampil cukup bagus, selalu mendominasi dan memberikan tekanan meski tampil tandang.
Saat kalah 1-0 dari Persikabo, berdasarkan data yang dihimpun dari PT LIB, Persebaya lebih banyak melepaskan tendangan ke gawang lawan sebanyak 5 kali, sementara lawan hanya 1 tapi langsung berbuah gol.
Begitu juga saat takluk 1-0 dari Bhayangkara FC, Persebaya unggul jauh sisi penguasaan bola, sebesar 63 persen, dibanding lawan yang hanya 38 persen.
"Yang jelas secara permainan keseluruhan kami sangat mendomonasi, tetapi main bagus percuma kalau tidak ditunjang dengan mendapatkan poin," tegasnya.
"Kami akan terus perbaiki agar di laga selanjutnya bisa meraih kemenangan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Massa-Bonek-saat-memberikan-dukungan-ke-tim-Persebaya-Surabaya.jpg)