Berita Surabaya

Bantu Lansia, Yayasan IMS Salurkan Peralatan Elektronik ke Griya Wreda Kota Surabaya

Griya Wreda yang merawat para lansia mengingatkan kepada pentingnya menjaga orang tua.

Foto Istimewa Yayasan IMS
Yayasan Indonesia Menegakkan Sunnah (IMS) menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada penghuni Griya Wreda, Jambangan Surabaya. 

SURYA.co.id, SURABAYA - Yayasan Indonesia Menegakkan Sunnah (IMS) menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada penghuni Griya Wreda, Jambangan Surabaya. Ini sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

Bantuan diserahkan langsung Ketua Umum IMS Ibrahim Djamal ABD Nasir Baeshen kepada Kepala UPTD Griya Wreda Didik Dwi Winarno.

"Acara ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Ini merupakan bagian dari program Untukmu Wahai Saudaraku Peduli Lansia," kata Ibrahim dikutip dari keterangan tertulis yang diterima SURYA.co.id di Surabaya, Selasa (9/8/2022).

Griya Wreda yang merawat para lansia mengingatkan kepada pentingnya menjaga orang tua.

“Sebagaimana orang tua kita, orang tua di Griya Wreda ini dulunya juga bekerja keras banting tulang untuk anak-anak mereka,” ucapnya.

"Sehingga, acara ini juga sebagai apresiasi terhadap para lansia di panti ini. Adapun bantuan yang kami berikan untuk keperluan sehari-hari,” imbuhnya.

Bantuan yang diberikan yayasan ini di antaranya berwujud perangkat elektronik.

Di antaranya, televisi, blender, pompa air, serta alat kesehatan pengukur tensi.

Selain itu, ada perlengkapan ibadah, biskuit, obat gosok, minyak angin, obat-obatan dan keperluan sehari-hari lainnya.

“Kami juga libatkan para donatur,” pungkas Ibrahim.

Di sisi lain, Kasubag TU Griya Wreda Shokib menyambut baik bantuan ini.

"Bantuan ini sangat dibutuhkan para lansia di sini,” katanya.

"Kami berterima kasih atas bantuan ini. Kepedulian terhadap para lansia memang bukan hanya tanggung jawab pemerintah kota saja, tetapi juga masyarakat umun,” katanya.

Hingga saat ini, jumlah lansia di UPTD ini mencapai 181 jiwa, rinciannya 73 laki-laki dan wanita 108 jiwa.

Kondisinya, ada yang mandiri (bisa aktivitas sendiri), parsial (sebagian aktivitas dilakukan perawat) dan bed-rest/total care.

"Mereka warga Kota Surabaya dari keluarga miskin yang terlantar dan keluarganya tidak mampu merawat. Di sini paling tua 98 tahun,” katanya.

Sebagai upaya menghibur warga binaan panti, setiap pagi diajak senam, juga ada pembinaan mental dari sisi keagamaan.

"Mereka juga diajak wisata ke taman agar tidak jenuh," katanya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved