Berita Trenggalek

Menjaga Trenggalek Ramah Anak, Bupati Kukuhkan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak

Mas Ipin menjelaskan, Kabupaten Trenggalek beberapa kali telah menerima predikat kabupaten ramah anak dari pemerintah pusat.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Deddy Humana
surya/aflahul abidin
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengukuhkan anggota Satgas Perempuan dan Anak Kabupaten Trenggalek. 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Banyaknya kasus kekerasan pada perempuan dan anak, seperti melahirkan kesadaran kolektif tentang pentingnya membentuk perlindungan. Setelah Lamongan dan Pasuruan, Kabupaten Trenggalek akhirnya juga membentuk Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang pengukuhannya dilakukan, Jumat (5/8/2022).

Pengukuhan Satgas PPA itu dilakukan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin sebagai bentuk kepedulian pada perempuan dan anak. Juga untuk mengeliminasi potensi dan resiko kekerasan di kabupaten itu.

"Ini merupakan satu langkah untuk memperkuat posisi dalam mewujudkan Trenggalek sebagai kabupaten yang ramah perempuan dan anak," kata Bupati yang akrab disapa Mas Ipin.

Ia mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi perhatian di mana-mana. Banyaknya kasus yang terekspos, menurut Mas Ipun, dapat memiliki beberapa arti.

"Sebenarnya bukan berarti semakin ke sini semakin terjadi degradasi moral. Tetapi mungkin juga karena literasi maupun akses informasi yang semakin baik, sehingga banyak yang berani speak up dan terbuka akan apa yang mereka alami," ujarnya.

Dalam pengukuhan satgas itu, Mas Ipin meminta seluruh pihak di Kabupaten Trenggalek saling menjaga. Hanya dengan demikian, lanjut dia, cita-cita untuk mewujudkan kabupaten yang ramah, melindungi, aman, dan menghargai perempuan dan anak bakal terwujud.

Mas Ipin menjelaskan, Kabupaten Trenggalek beberapa kali telah menerima predikat kabupaten ramah anak dari pemerintah pusat.

"Tetapi tentu predikat itu harus dibuktikan juga dengan kolaborasi semua pihak. Kami berharap tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat menjadi penyampai pesan, khususnya pesan untuk menekan kasus perkawinan anak," sambungnya.

Perkawinan usia dini, menurut Mas Ipin, rentan merugikan bagi perempuan dan anak. "Rata-rata daerah yang memiliki tingkat perkawinan anak yang tinggi, biasanya kemudian prevalensi stuntingnya juga lebih tinggi, dan angka kemiskinannya juga cenderung tinggi," lanjutnya.

Maka ia juga meminta anggota satgas untuk bergerak mengatasi masalah tersebut. "Saya berharap hal tersebut menjadi perhatian serius semua pihak mengingat indikator-indikator kinerja utama perlu digenjot menjadi lebih baik," tutur Mas Ipin.

Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk ikut serta dalam melindungi perempuan dan anak. "Tentu melalui penegakan hukum yang preventif, responsibiltas dan transparansi berkeadilan," ujar Alith. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved