Grahadi

Pemprov Jatim

Investasi yang Masuk ke Jatim Selama Triwulan II Tahun 2022 Capai Rp 29,9 Triliun, PMDN Mendominasi

Realisasi investasi triwulan II tahun 2022 di Jawa Timur tembus Rp 29,9 triliun, naik 69,2 persen dari triwulan II tahun 2021 (y-o-y).

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Istimewa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Realisasi investasi triwulan II tahun 2022 di Jawa Timur tembus Rp 29,9 triliun. Pencapaian tersebut mengalami kenaikan dari triwulan II tahun 2021 (y-o-y) sebesar 69,2 persen.

Dari total capaian tersebut, investor di Jatim masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 18,6 triliun dengan peningkatan 34,1 persen (y-o-y).

Sedangkan untuk investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk ke Jatim sebesar Rp 11,3 triliun atau tumbuh 198,1 persen dari triwulan II tahun 2021 (y-o-y).

Dari capaian realisasi pada triwulan II diakumulasi dengan triwulan I, maka target investasi Jatim di tahun 2022 sebesar Rp 80 triliun (target RPJMD 2019-2024) telah terpenuhi sebesar 66,9 persen.

"Alhamdulillah, ini buah sinergi dan kolaborasi seluruh elemen strategis Jawa Timur dalam memulihkan perekonomian pasca pandemi Covid-19," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (3/8/2022).

Menurutnya, peningkatan investasi di Jatim yang terus meningkat ini juga merupakan bukti bahwa iklim investasi di Jatim sangat kondusif.

Sehingga, penanam modal baik dari luar maupun dalam negeri dapat terealisasi dengan baik. Bahkan, dengan pertumbuhan yang telah terealisasi, pihaknya yakin target investasi Jatim 2022 akan dapat tercapai maksimal.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menjelaskan, terdapat lima negara yang berkontribusi tertinggi terhadap investasi di Jatim. Antara lain Amerika Serikat dengan share 43,8 persen dan total realisasi mencapai Rp 4,94 Triliun.

Kemudian ada Hongkong yang memiliki share 19,2 persen dengan realisasi Rp 2,16 triliun, disusul Singapura dengan share 15,1 persen dengan realisasi Rp. 1,70 triliun.

Juga ada Jepang yang memiliki share 9,7 persen dengan realisasi Rp 1,01 triliun dan terakhir Samoa Barat memiliki share 2,4 persen dengan Rp 0,28 triliun.

"Pertumbuhan investasi ini harus terus diiringi dengan promosi untuk menarik kepercayaan lebih banyak investor. Dengan tumbuhnya investasi di Jatim, kita berharap akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Jatim semakin bergairah," ujar Khofifah.

Berdasarkan sektor realisasi investasi dalam realisasi pada periode ini didominasi oleh sektor Perumahan, Kawasan Industri dan perkantoran (13,6 persen), industri makanan (11,9 % ), industri kertas dan percetakan (9,6 % ), hotel dan restoran (9,1 % ), serta industri kimia dan farmasi (8,6 % ).

Sementara struktur sektor pembangun PMA yang dominan meliputi, Pertambangan (40,7 % ), Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya (22,2 % ), Industri Makanan (10,7 % ), Industri Kimia dan Farmasi (10,3 % ), dan Industri Lainnya (3,7 % ).

Atas pertunbuhan yang telah terjadi, mantan Menteri Sosial RI ini berkomitmen bahwa berbagai upaya untuk menjaga dan meningkatkan investasi di Jatim akan terus dilakukan.

Misalnya melalui DPMPTSP, sejumlah upaya telah dilakukan diantaranya dengan menginventarisasi perubahan perizinan berusaha yang terintegrasi dalam aplikasi perizinan online - Jatim Online Single Submission (JOSS).

Selain digitalisasi sistem perizinan, DPMPTSP juga telah menggelar roadshow perizinan, pemilihan duta investasi, kompetisi Investment Award, serta sistem monitoring dan evaluasi PTSP Jatim (SINONA).

“Kami berharap dengan upaya–upaya komprehensif yang telah dilakukan dapat meningkatkan kinerja investasi di Jawa Timur yang selanjutnya dapat berimbas pula pada pemulihan ekonomi masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Jatim juga mengusulkan Raperda tentang Perubahan Perda Nomor 2 Tahun 2009 tentang Penanaman Modal guna menyesuaikan terhadap peraturan baru yang telah diterbitkan.

“Kami perlu segera menyesuaikan aturan terkait investasi yang ada agar iklim investasi di Jawa Timur meningkat lebih baik lagi, agar investasi di Jatim terus meningkat dengan prinsip keadilan, kepastian dan efisiensi," pungkas Gubernur Khofifah.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved