Minggu, 10 Mei 2026

Berita Lamongan

Dengan Peran 113 Mahasiswa Peserta Kampus Mengajar, Kaji Yes Ingin Lahir Generasi Emas dari Lamongan

Ia berharap, dari mereka yang akan dibimbing para mahasiswa inilah, akan terlahir para generasi emas Indonesia.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Sebanyak 113 mahasiswa dari 21 perguruan tinggi di Jawa Timur yang terlibat dalam program Kampus Mengajar, diterima Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi dan Kadindik, Munif Syarif, Senin (1/8/2022). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Program Kampus Mengajar yang dikembangkan Dinas Pendidikan (Dindik) Lamongan, tetap mendapat sambutan antusias dari kalangan perguruan tinggi. Dan pada program yang telah memasuki angkatan keempat ini, ada 113 mahasiswa dari 21 perguruan tinggi di Jawa Timur yang terlibat.

Senin (1/8/2022), para mahasiswa itu diterima Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi di Pendopo Lokatantra Lamongan. Dalam program keempat ini, para mahasiswa akan diterjunkan ke pelosok Lamongan untuk mengajar selama enam bulan, dimulai Agustus 2021 ini.

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif menjelaskan, berbeda dengan KKN reguler yang melakukan pengabdian bersama masyarakat di desa-desa, mahasiswa program Kampus Mengajar akan disebar ke 15 sekolah jenjang SMP dan 5 sekolah jenjang SD di seluruh pelosok.

Ke-15 sekolah jenjang SMP tersebut di antaranya,SMP Ma’arif 5 Pucuk, SMP PGRI 1 Sambeng, SMP Diponegoro Babat, SMP Empat Lima 3 Kedungpring, dan SMP NU Sabilunnaja Kuripan. Sedangkan untuk jenjang SD yakni SDN 3 Jegreg Modo, SDN Primpen, SDN Jatipayak, SDN 2 Gintungan dan SDN 6 Brondong.

Dengan kehadiran mahasiswa tersebut, kata Munif, diharapkan dapat meningkatkan kegemaran anak dalam belajar terutama meningkatkan daya membaca anak Lamongan. “Melalui kehadiran mahasiswa ini nantinya diharapkan meningkatkan daya baca anak-anak Lamongan,” ujar Munif.

Sementara di depan seluruh mahasiswa program Kampus Mengajar, Bupati Yuhronur menyampaikan rasa bangganya. Ia berharap, dari mereka yang akan dibimbing para mahasiswa inilah, akan terlahir para generasi emas Indonesia.

“Pada tahun 2045 Indonesia termasuk Lamongan akan mendapat bonus demografi melalui generasi emas. Kalian semua sedang mempersiapkan para generasi emas tersebut,” ungkap bupati yang disapa Kaji Yes itu.

Ditambahkan, bahwa selama dua tahun dilanda pandemi banyak sekali perubahan, menghilangkan bahkan mendisrupsi. Untuk itu pola pengajaran sekarang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan tetapi juga memulihkan mental anak-anak pasca pandemi.

“Dengan kehadiran mahasiswa program kampus mengajar, maka dapat meningkatkan spirit dan semangat baru untuk para anak-anak Lamongan, generasi emas Indonesia,” pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved