Berita Madiun

Mahasiswa Unair Olah Limbah Kulit Bawang di Kare Madiun Jadi Pupuk Pestisida

Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memanfaatkan sampah kulit bawang menjadi pupuk pestisida di Madiun

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: irwan sy
Sofyan Arif Candra/TribunJatim.com
Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memanfaatkan sampah kulit bawang menjadi pupuk pestisida di Madiun. 

Berita Madiun

SURYA.co.id, MADIUN - Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memanfaatkan sampah kulit bawang putih, bawang merah, dan bawang bombai yang tak terpakai di Desa Cermo, Kare, Kabupaten Madiun.

Para mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersebut mengubah sampah tersebut menjadi pupuk pestisida.

Seorang Mahasiswa KKN Unair, Diqy Avicenna, menyebutkan selama ini banyak masyarakat desa yang belum mengetahui bahwa limbah sampah kulit bawang masih bisa dimanfaatkan untuk bahan-bahan lain.

Terutama masih dimanfaatkan sebagai pupuk organik pengganti pupuk pertisida bagi tanaman pertanian masyarakat.

"Limbah pupuk ini dapat menjadi pupuk organic alternatif dari pertisida yang saat ini sudah mulai langka di pasaran," kata Mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan Universitas Airlangga ini, Minggu (31/7/2022).

Menurut Diqy, pupuk petisida dari limbah kulit bawang sangat bermanfaat bagi warga Desa Cermo yang saat ini sedang menggalakkan PTP (Pemanfaatan Tanah Pekarangan).

Pemanfaatan pekarangan dimaksudkan untuk tanaman buah-buahan dan sayuran untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

"Untuk menjaga tanaman pekarangan itu, kita buatkan pestisida organik dari limbah kulit bawang ini. Pestisida ini sangat efektif membasmi hama tanaman seperti, kutu daun, rayap, semut, ulat bulu maupun ulat daun," lanjut mahasiswa angkatan 2019 ini.

Lebih lanjut, Diqy menfokuskan sebagian kegiatan KKN di Desa Cermo, pada kegiatan pemanfaatan lingkungan karena saat ini ketersedian pupuk pertisida di Desa Cermo sangat terbatas.

Selain itu kurangnya pemanfaatan lingkungan termasuk limbah bawang yang sebenarnya bisa digunakan sebagai pupuk pengganti pestisida.

Mahasiswa lain, Finna Aura, teman mengatakan untuk membuat pupuk pestisida nabati dari limbah kulit bawang cukup mudah.

Yang pertama adalah menyiapkan bahan-bahan berupa kulit bawang, air, botol, saringan, semprotan. 

Kulit bawang dimasukkan kedalam botol sekitar 1/4 botol, lalu masukkan air kedalam botol yang sudah terisi bawang, didiamkan diamkan selama 1-2 hari.

Lalu saring ke dalam botol yang berbeda dan tutup rapat. 

"Cukup air 1 liter air dicampurlarutan kulit bawang sebanyak 10 tutup botol. Masukkan kedalam semprotan lalu semprotkan ke tanaman 2 kali dalam 1 minggu. Dengan hadirnya pupuk pestisida nabati dari limbah bawang ini Insyaallah masyarakat Desa Cermo bisa tertolong sebagai subtitusi pupuk lainnya, selain itu masyarakat juga dapat membuatnya sendiri di rumah," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved