Berita Kota Surabaya

Mayoritas Warga Luar Kota Sumbang Kasus Harian Covid-19 di Surabaya, Pemkot Gencarkan Booster

Angka tersebut sekitar 87,93 persen dari jumlah target siap booster atau tiga bulan setelah menerima dosis kedua.

surya/bobby constantine koloway
Pemkot Surabaya memberikan suntikan vaksinasi kepada warga saat masa pandemi Covid-19 dua tahun lalu. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Salah satu penyebab naiknya kembali kasus harian Covid-19 sepekan terakhir di Suirabaya sudah mulai terdeteksi. Ternyata kenaikan kasus itu di antaranya disumbangkan dari warga yang tinggal di luar kota.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengakui, jumlah Covid-19 di Surabaya sudah mencapai 200 kasus per hari. Dan Kamis (21/7/2022) misalnya, jumlahnya sudah mencapai 236 kasus. Mas Eri menyebut tidak semua pasien yang terdaftar tersebut tinggal di Surabaya.

Ada sejumlah warga ber-KTP Surabaya yang ternyata tidak tinggal di Surabaya. "Angka tersebut didapatkan dari seluruh lab di Indonesia. Jadi kalau ia punya KTP Surabaya akan langsung ditarik masuk dalam data Surabaya," kata Mas Eri.

Namun ketika pihaknya melakukan pelacakan (tracing) ke alamat warga tersebut, ternyata yang bersangkutan tidak berada di Surabaya. "Dinas Kesehatan dan tiga pilar sudah turun. Kami cek ke lokasi," paparnya.

"Ternyata jumlah (warga) yang tidak (tinggal) i Surabaya ini cukup besar. Sekitar 145 kasus dan ini akan kami keluarkan dari data (Covid-19 di Surabaya). Sekali lagi, mereka tidak tinggal di Surabaya. Memang banyak yang sudah pindah dari luar Surabaya, tetapi masih di KTP Surabaya," ia menambahkan.

Meski begitu, Pemkot Surabaya akan tetap melakukan sejumlah upaya antisipasi untuk menekan kasus. Termasuk dengan percepatan vaksinasi ketiga (booster).

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Surabaya, capaian vaksinasi booster Kota Surabaya hingga pertengahan Juli telah mencapai 44,65 persen. Angka tersebut sekitar 87,93 persen dari jumlah target siap booster atau tiga bulan setelah menerima dosis kedua.

"Layanan vaksinasi sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh masing-masing Puskesmas dan didukung oleh seluruh kelurahan/kecamatan setempat," kata Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina yang dikonfirmasi terpisah

Tak hanya melalui puskesmas, Dinas Kesehatan Kota Surabaya terus menggelar event vaksinasi massal di fasilitas pelayanan publik, mal, hingga kolaborasi Giat Baksos. "Kami juga secara mobile ke RT-RW maupun door to door bersama seluruh unsur di tingkat kelurahan maupun kecamatan di wilayah masing-masing," terang Nanik.

Selain vaksinasi, Pemkot juga menyiagakan tempat isolasi bagi pasien Covid-19. Baik melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pemantauan oleh tim Satgas Kampung Wani Jogo maupun isolasi terpusat di Puskesmas wilayah sesuai domisili atau tempat isolasi.

"Untuk sementara belum ada tempat isolasi terpusat khusus. Kasus positif sebagian besar tanpa gejala dan bergejala ringan dengan melakukan isoman dan dipantau oleh Puskesmas setempat dan Satgas Kampung Wani Jogo Suroboyo," tandasnya. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved