Berita Blitar

Dana Cadangan untuk Pilwali Kota Blitar 2024 Sebesar Rp 25 Miliar Dianggarkan Selama 2 Tahun

Karena kebutuhan anggaran untuk Pilwali Kota Blitar 2024 sangat besar, maka tidak bisa dianggarkan dalam satu tahun anggaran.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Samsul Hadi
Suasana rapat paripurna penetapan persetujuan bersama atas Raperda tentang pembentukan dana cadangan untuk Pilwali Kota Blitar 2024 di Gedung DPRD Kota Blitar, Selasa (19/7/2022). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Pemkot Blitar merencanakan dana cadangan untuk penyelenggaraan Pilwali Kota Blitar 2024 dimulai tahun ini. 

Pemkot Blitar mengusulkan pembentukan dana cadangan sebesar Rp 25 miliar untuk pelaksanaan Pilwali 2024.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Blitar, Tjutjuk Sunario usai rapat paripurna penetapan persetujuan bersama atas Raperda tentang pembentukan dana cadangan untuk Pilwali 2024 di Gedung DPRD Kota Blitar, Selasa (19/7/2022). 

"Kami menganggarkan dana cadangan sebesar Rp 25 miliar untuk Pilwali 2024. Perencanaan dana cadangan untuk Pilwali 2024 dimulai tahun ini," kata Tjutjuk. 

Tjutjuk mengatakan, karena kebutuhan anggaran untuk Pilwali sangat besar, maka tidak bisa dianggarkan dalam satu tahun anggaran.

"Makanya, kami rencanakan dua tahun anggaran mulai 2022 dan 2023," ujarnya. 

Dikatakannya, Pemkot Blitar akan mengalokasikan anggaran Rp 5 miliar untuk dana cadangan penyelenggaraan Pilwali 2024 di perubahan APBD 2022 ini. 

Lalu, di APBD murni 2023, Pemkot Blitar kembali mengalokasikan anggaran Rp 12,5 miliar untuk dana cadangan pelaksanaan Pilwali 2024.

"Kemudian di perubahan APBD 2023, kami alokasikan lagi anggaran Rp 7,5 miliar untuk dana cadangan pelaksanaan Pilwali 2024. Jadi, total Rp 25 miliar," katanya. 

Menurutnya, Raperda tentang dana cadangan untuk Pilwali 2024 akan dibahas dengan DPRD Kota Blitar agar bisa segera ditetapkan menjadi Perda.

Ketua DPRD Kota Blitar, Syahrul Alim mengatakan, karena kebutuhan biaya pilkada cukup besar dan tidak mungkin dianggarkan satu kali di APBD 2024.

Apalagi, menurutnya, akhir-akhir ini kondisi ekonomi masih sulit dan situasi inflasi juga cukup tinggi. 

"Untuk itu, biaya untuk Pilwali 2024 perlu dicadangkan mulai 2022 dan 2023. Sehingga APBD 2024, tidak terlalu tinggi tersedot untuk Pilkada," katanya.

 

 
 

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved