Kisah Kamar Barokah di Embarkasi Surabaya saat Berhaji, Kamar untuk Kebutuhan Pasutri

Haji juga manusia. Pergi berhaji, 42 hari meninggalkan rumah, tetap saja seorang manusia tak bisa melepaskan semua kebutuhan hidupnya: makan, minum, t

Penulis: Aji Bramastra | Editor: Adrianus Adhi
Tribunnews.com/ Aji Bramastra
Kamar barokah, merupakan sebutan untuk kamar yang disediakan bagi suami istri setelah menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji di tanah suci, Mekkah, Arab Saudi. 

SURYA.co.id, MEKKAH - Haji juga manusia. Pergi berhaji, 42 hari meninggalkan rumah, tetap saja seorang manusia tak bisa melepaskan semua kebutuhan hidupnya: makan, minum, tidur dan buang hajat.

Bagi mereka yang berangkat berhaji bersama suami atau istri, kebutuhan itu pun bertambah satu. Ya, kebutuhan dasar yang lazim dilakukan suami istri.

Bila ibadah haji sudah selesai seperti saat ini, maka segala larangan yang mengikat ikut gugur. Kebutuhan suami istri yang satu ini pun menjadi tak terlarang dilakukan.

Nah, untuk kebutuhan terakhir ini susah-susah gampang.

Pasalnya, untuk memenuhi hajat hidup yang satu ini, tak ada dalam paket fasilitas haji yang ditawarkan oleh Kementerian Agama.

Ya, meski kebutuhan suami istri ini adalah hal yang sangat normal, tapi nyatanya, untuk memenuhinya, jemaah haji harus mencari jalan keluarnya sendiri.

Jemaah haji asal Surabaya yang bermukim di pemondokan Hotel Arkan Bakkah, kawasan Mahbas Jin, Mekkah, menjadi contoh.

Mereka yang bermukim di lantai 3 sampai menggelar 'rapat darurat' untuk menyelesaikan masalah satu ini.

Macam-macam usulan yang muncul. Ada usulan mengosongkan satu kamar, khusus untuk dibuat kamar memadu kasih suami istri.

"Awalnya malah ada usulan satu kamar dibuat secara bersamaan. Antar tempat tidur disekat seadanya," kata Dikky Syadqomullah, seorang jemaah di sana kepada Surya, Jumat (15/7/2022).

Usulan ini tak diterima jemaah lain. 

"Sebagian jemaah menganggap memenuhi kebutuhan pasutri tak pantas rasanya bila dilakukan bersamaan dalam satu tempat yang sama," kata Dikky.

Dikky bersama rekan-rekan sekamarnya kemudian mengalah untuk bersama.

Secara sukarela, mereka merelakan kamar mereka untuk dipakai sebagai bilik pasutri.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved