Berita Jombang

Viral Video Ajakan Perang Badar di Ponpes Shiddiqiyah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Video viral orasi ajakan perang badar dari seorang pengurus Ponpes Shiddiqiyyah Jombang dihadapan ratusan santri berbuntut panjang.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Rahadian Bagus
Kolase tangkapan layar/Kompas.com
Sebanyak 998 santri dan santriwati Ponpes Shiddiqiyyah Ploso terancam telantar seusai Kemenag mencabut izin lembaga tersebut yang melindungi MSAT anak kiai Jombang dalam kasus dugaan pencabulan. Foto : MSAT dan polisi memblokade akses jalan masuk ke Ponpes, Kamis (7/7/2022). 

SURYA.CO.ID|SURABAYA- Video viral menampilkan pengurus Ponpes Shiddiqiyyah sedang berorasi berapi-api seraya mengutip sejarah Perang Badar zaman Rasullulah, dihadapan ratusan santri seusai diperiksa dari Mapolres Jombang, berbuntut panjang. 

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha mengatakan, pihaknya sudah menerima adanya temuan viralnya video tersebut. 

Pihaknya sudah melakukan proses penyelidikan. Di antaranya melakukan analisis terhadap konten informasi dalam rekaman video tersebut, dengan melibatkan ahli bahasa.

"Itu sudah kami laksanakan analisa, terkait video yang beredar, terkait dengan pascadipulangkannya massa yang diamankan di Mapolres Jombang," katanya di Mapolres Jombang, Senin (11/7/2022). 

Termasuk, lanjut AKP Giadi, pihaknya bakal melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang saksi atas kemunculan video tersebut di medsos, tak terkecuali pihak-pihak yang mengetahui proses pembuatan video. 

Pekan ini, penyidik Satreskrim Polres Jombang bakal mengagendakan pemeriksaan terhadap orator yang ada dalam video tersebut. 

AKP Giadi memperkirakan, orator berinisial ES itu, bakal menjalani pemeriksaan sebagai saksi, paling cepat Rabu (13/7/2022), atau paling lambat Kamis (14/7/2022) mendatang.

Karena surat pemanggilan atas agenda tersebut, sudah dilayangkan pada Senin (11/7/2022). 

"Hanya 1 orang yang kita jadwalkan untuk pemanggilan. Inisialnya E," ungkapnya. 

Di singgung mengenai konstruksi hukum atas beredarnya video tersebut. AKP Giadi mengaku, pihaknya, masih menunggu hasil pemeriksaan dan proses gelar perkara yang akan dilakukan penyidiknya, nanti. 

"Kayaknya belum. Kita masih lihat dulu, koordinasi dengan ahli bahasa. Apakah hal-hal tersebut masuk ujaran kebencian. Atau provokasi yang mengarah ke tindak pidana. Kita koordinasikan dulu," pungkasnya. 

Sebelumnya, Ketua DPP Organisasi Shiddiqiah (Orshid) Joko Herwanto menegaskan, video berdurasi 2 menit 5 detik yang terlanjur viral di medsos, dengan orator berapi-api seraya menukil sejarah Perang Badar zaman Rasullulah, dihadapan ratusan santri dan jamaah Shiddiqqiyah, murni sebagai motivasi. 

Namun, motivasi tersebut, bukan ditujukan untuk sebuah misi melawan secara represif menggunakan kekerasan fisik terhadap ketetapan hukum yang telah ditegakkan oleh aparat berwajib, atas kasus hukum yang menimpa anak pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah, yakni MSAT (41). 

Lagipula, momen yang direkam dalam video tersebut, terjadi di teras utama ponpes, pada Jumat (8/7/2022) sore. Yakni selepas para santri dan jamaah Shiddiqiyyah itu, menjalani pemeriksaan di Mapolres Jombang. 

Halaman
123
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved