Sidang Asusila Sekolah SPI

Fakta Baru di Balik Sidang Asusila Sekolah SPI, Kuasa Hukum Sebut Ada Motivasi Bisnis dan Rekayasa

Sejak awal ada dugaan motivasi bisnis. Yang diduga melakukan rekayasa itu juga didanai dan mendapatkan upah.

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Anas Miftakhudin
Istimewa
Tim kuasa hukum JE, Philipus Harapenta Sitepu dan Jeffry Simatupang usai sidang di PN Malang, Rabu (6/7/2022) 

SURYA.CO.ID I MALANG - Sidang dugaan asusila di sekolah SPI, Kota Batu dengan terdakwa JE kian melebar dan mengarah pada motivasi bisnis.

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Kota Malang, Rabu (6/7/2022) agendanya memeriksa terdakwa JE.

Sidang di ruang Cakra dimulai sekitar pukul 10.20 WIB.

Tim kuasa hukum JE, Philipus Harapenta Sitepu, menyatakan proses pembuktian sudah rampung tinggal menunggu tuntutan, pembelaan atau pledoi dan vonis.

Rampungnya proses pembuktian dalam sidang ini dikatakan Philipus belum bisa membuktikan dakwaan.

Hal itu karena keterangan dari saksi yang dihadirkan tidak bisa menjelaskan secara detail soal kejadian.

"Hanya ada satu yang bisa menjelaskan tanggal dan waktu kejadian secara pasti. Tetapi saat tanggal itu disebutkan, klien kami sedang berada di Singapura. Itu bisa kami buktikan dengan paspor," tandasnya.

Jeffry Simatupang yang juga kuasa hukum JE menambahkan, keterangan terdakwa di muka persidangan memiliki kesesuaian dengan fakta.

Sementara keterangan dari pelapor tidak bisa dibuktikan.

"Pada intinya, keterangan terdakwa memiliki kesesuaian dengan alat bukti seperti surat dan paspor. Artinya memang terdakwa tidak melakukan perbuatan sebagaimana dakwaan," katanya Rabu (6/7/2022).

Philipus menambahkan sejak awal sudah terjadi beberapa kejanggalan dan kasus yang dirimpakan pada kliennya terkesan dipaksakan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved