Berita Surabaya

Di Depan Peserta Lemhanas, Eri Cahyadi Bicara Strategi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Kota Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bertemu peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas)

surya.co.id/bobby kolloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bertemu peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Selasa (5/7/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bertemu peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Selasa (5/7/2022).

Dalam kesempatan ini, Mas Eri mengungkapkan capaian Surabaya dalam pengentasan kemiskinan di Kota Pahlawan.

Berbicara di depan peserta Lemhanas, Mas Eri mengungkapkan pencapaian pengentasan kemiskinan di Surabaya. Yang mana, ini menjadi salah satu prioritas pihaknya saat ini.

"Kami tak banyak membangun bangunan monumental di Surabaya untuk saat ini. Bagi kami, yang monumental adalah bagaimana masyarakatnya bisa lepas dari kemiskinan," kata Mas Eri di depan peserta Lemhanas.

Melanjutkan pembangunan infrastruktur di masa kepemimpinan Wali Kota sebelumnya, Mas Eri menyebut tugasnya kini fokus dalam pembangunan manusia. Salah satunya, melalui bidang ekonomi.

Apalagi, Surabaya cukup terdampak selama pandemi. Pertumbuhan ekonomi turun drastis, bahkan angkanya minus.

Namun, dengan berbagai upaya yang dilakukan pihaknya berhasil membuat ekonomi tumbuh positif pada 2021.

Dari yang awalnya -4,85 persen menjadi 4,29 persen atau tumbuh sekitar 9 persen.

Baca juga: Peringati HUT Bhayangkara ke-76, Forkopimda Kabupaten Gresik Gelar Pasar Sembako Murah

"Ini bukti bahwa kerja bersama ekonomi kerakyatan bisa membangkitkan Surabaya," katanya.

Angka pengangguran terbuka (TPT) juga menurun dari 9,79 persen menjadi 9,68 persen di tahun yang sama.

Kemudian nilai investasi naik dari Rp22,15 triliun menjadi Rp29,22 triliun.

Menurut pria yang kini menempuh doktor di program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Universitas Airlangga ini, peningkatan kualitas manusia dimulai dari memberantas kemiskinan.

"Salah satu akar masalah sosial ini berawal dari kemiskinan," kata Mas Eri.

"Nah, sedangkan kemiskinan dimulai dari pengangguran. Sehingga untuk mengantisipasi kemiskinan, harus ada lapangan pekerjaan," kata Mas Eri.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved