Berita Banyuwangi

Menuju TOP 45 Sinovik 2022, Bupati Ipuk Paparkan Dua Inovasi di Banyuwangi

Dua inovasi Banyuwangi, Homestay Naik Kelas dan Pasar Pelayanan Publik menjadi nominator TOP 45 Sinovik 2022 yang digelar Kemenpan RB

Penulis: Haorrahman | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mempresentasikan inovasi di hadapan tim panelis dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) secara virtual, Senin (4/7/2022). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Dua inovasi Banyuwangi, Homestay Naik Kelas dan Pasar Pelayanan Publik menjadi nominator TOP 45 Kompetisi Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) 2022 yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Tim panelis mengapresiasi dua inovasi tersebut, saat Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mempresentasikan di hadapan mereka secara virtual, Senin (4/7/2022).

Homestay Naik Kelas, adalah program peningkatan kualitas homestay dari sisi SDM, pelayanan, hingga sarana prasarana guna meningkatkan wisatawan yang menginap di homestay.

Sedangkan Pasar Pelayanan Publik, adalah tempat layanan yang mengintegrasikan unit pelayanan publik dengan pasar tradisional, sehingga warga bisa mengurus dokumen sembari berbelanja.

"Inovasi Homestay Naik Kelas ini bagus, karena bisa mendorong peningkatan ekonomi warga. Apalagi diperkuat kebijakan daerah yang membatasi pendirian hotel bintang tiga ke bawah yang memperkuat pengembangan homestay. Ini patut direplika daerah lain," kata Nurjaman Mochtar, salah satu panelis.

Paparan ini, adalah seleksi tahapan pertama menuju Top 45 Sinovik 2022. Sebanyak 99 inovasi terbaik dari 3.478 inovasi se-Indonesia yang masuk, dipaparkan dan diseleksi secara ketat oleh tim panel independen yang ditunjuk Kemenpan-RB.

Panelis terdiri terdiri dari JB Kristiadi (akademisi Universitas Indonesia/UI), Tulus Abadi (Ketua YLKI), Neneng Goenadi (Country Managing Director of Grab Indonesia), Nurjaman Mochtar (Perwakilan Stasiun TV) , R Siti Zuhro (LIPI) dan Indah Sukmaningsih (YLKI). Juga Harris Turino (akademisi), Eko Prasojo (akademisi UI), Dadan Suharmawijaya, Erry Hardjapamekas serta Rudiarto Simarwono.

"Saya terkesan dengan inovasi pasar pelayanan publik. Akan sangat memudahkan warga mengakses layanan. Saya juga pernah datang langsung ke Mal Pelayanan Publik, melihat sendiri layanan di sana," tambah Neneng Goenadi, salah satu panelis.

Bupati Ipuk menjelaskan, bahwa di Banyuwangi ini sudah 10 tahun tidak mengizinkan pendirian hotel melati.

“Kami ingin memberikan ruang kepada masyarakat untuk membangun homestay. Sehingga mereka turut menikmati berkah ekonomi dari pariwisata," kata Bupati Ipuk.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved