6 Fakta Ojol Surabaya yang Nyaris Tewas Kena Sabetan Parang, Motor Honda Melayang dalam 10 Menit

Seorang pengendara ojol nyaris tewas di pinggir jalan Mayjend Sungkono setelah diancam menggunakan parang oleh gerombolan begal saat dini hari.

Luhur Pambudi/TribunJatim.com
Suasana lokasi pembegalan di Halte Darmo Permai 2, Jalan Mayjend Sungkono, Dukuh Pakis, Surabaya. 

SURYA.CO.ID - Berikut fakta pengendara ojek online atau ojol di Surabaya yang nyaris tewas terkena sabetan parang dari gerombolan begal pada dini hari.

Diberitakan sebelunya, pengendara ojol bernama Arief Budiman (24) nyaris tewas setelah gerombolan begal menyabtekan parang ke arahnya, saat berhenti di Halte Darmo Permai 2, Jalan Mayjend Sungkono Surabaya.

Kejadian itu bermula ketika Arief dan temannya tengah nongkrong dia sekitaran halte pada Selasa (28/6/2022) dini hari.

Tak lama, segerombolan begal pun datang sambil mengarahkan beberapa benda tajam ke arah Arief dan temannya. Selain parang, rombongan begal itu juga membawa pisau dapur yang hendak dihunuskan ke tubuh teman Arief.

Berikut sejumlah fakta yang dirangkum Surya.co.id dari lapangan.

1. Arief berhasil hindari sabetan

Namun, saat Arief bersama temannya berupaya beranjak dari tempat duduk mereka secepat mungkin menghindari sabetan sajam atau jangkauan komplotan bandit itu. 

Apesnya, kunci kontak motor Honda Genio warna hitam bernopol DK-3571-FBK milik Arief yang tergeletak di tempat duduknya tadi, lupa dibawa. 

Komplotan pelaku yang merasa bahwa itu adalah kesempatan, sontak saja mengambil kunci kontak yang teronggok tanpa pengawasan itu, lalu menggunakannya untuk membawa kabur motor milik Arief. 

Baca juga: Kronologi Mobil Polisi Tabrak Driver Ojol Kabupaten Tulungagung, Videonya Sempat Viral di Medsos

2. Terjadi sangat cepat

Insiden tersebut diakui Arief terjadi begitu cepat, sekitar pukul 04.40-05.00 WIB.

Kondisi lalu lintas pengendara di ruas jalan tersebut, masih terpantau sepi.

Meskipun, beberapa aktivitas petugas kebersihan lingkungan kota sudah mulai tampak. 

"Saya habis 'ngalong', saya enggak dapat orderan, jadi akhirnya saya janjian ketemuan sama teman saya untuk ngopi di kawasan Jalan Girilaya. Lalu kami pulang. Dan kami ngobrol lagi di halte itu," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com (grup SURYA.co.id), Kamis (30/6/2022). 

3. Sempat menduga hanya pemotor biasa

Ia mengira, ketiga orang pelaku begal yang berboncengan mengendarai satu motor jenis 'bebek' warna hitam itu, adalah pengendara motor biasa yang hendak bertanya mengenai alamat suatu tempat. 

Tapi dugaannya itu langsung buyar, tatkala seorang pelaku mendadak turun dari motor lalu mengacungkan senjata tajam jenis parang lalu diayunkan ke arah tubuhnya. 

Arief hanya geleng-geleng kepala, jika diminta mengingat-ingat peristiwa nahas yang menimpanya itu. 

Seandainya, ia terlambat sedetik saja untuk meloncat menghindari area jangkauan tebasan ayunan parang pelaku. Arief tak tahu lagi, dirinya bakal berakhir di mana. 

"Teman saya satunya, ditodong (oleh pelaku lainnya) pakai pisau dapur. Iya sudah sempat mengayunkan parangnya ke saya. Satu pelaku bawa parang, satu pelaku bawa pisau," jelasnya. 

Arief berhasil menghindari sabetan parang yang diayun pelaku ke arahnya, dengan melompat mundur, lalu bergegas menjauhi serbuan tiga orang komplotan begal tersebut. 

Baca juga: Kronologi Motor Pengemudi Ojol Raib Digondol Maling di Kawasan Padat Penduduk Kota Surabaya

4. Motor melayang

Apes memang. Ia lupa mengambil kunci kontak motornya yang saat itu dibiarkan teronggok di atas kursi samping tempat dirinya ngobrol dengan temannya. 

Pelaku yang baru saja mengayunkan parang ke arahnya, mudah saja mengambil kunci tersebut, lalu menggunakan menyalakan motor tersebut untuk kabur. 

"Mereka lari ke arah Jalan HR Muhammad atau arah ke Underpass. Tapi saat kabur mereka ambil jalur kanan, saya mengiranya mereka lari ke kawasan Dukuh Kupang," ungkapnya. 

5. Pelaku diperkirakan remaja

Ketiga pelaku diperkirakan masih berusia remaja.

Mereka berboncengan tiga orang dalam satu motor, dan tidak ada yang memakai helm. 

Mereka juga memakai masker, sehingga membuat Arief kesulitan mengidentifikasi raut wajahnya ketiga orang remaja komplotan begal bersenjata sajam itu. 

"Perkiraan masih remaja, ya anak anak, sekitar umur segitu. Dari ciri fisiknya, mereka enggak lebih tinggi dari saya," jelas Arief. 

Akibat insiden tersebut, Arief yang berprofesi sebagai ojol sejak tahun 2019 itu, terpaksa berhenti 'on bid' selama waktu yang tidak ditentukan. 

Bagaimana lagi. Motor itu adalah milik Arief satu-satunya, dan apesnya kini raib digondol komplotan begal. 

6. Sudah lapor polisi

Insiden kriminalitas tersebut, sudah dilaporkan oleh Arief ke markas kepolisian setempat.

Ia berharap pelaku dapat segera dibekuk, sehingga insiden serupa dirinya, tidak menimpa orang lain. 

"Dalam jok motor ada dompet, KTP, SIM, STNK, ATM, uang tunai. Kalau ATM bisa saya blokir. Tapi total kerugian ya sekitar Rp16 juta. Saya langsung lapor polisi saat itu," katanya. 

Sementara itu, Kapolsek Dukuh Pakis Polrestabes Surabaya, Kompol Agung Widiyoko mengatakan, korban sudah membuat laporan setelah mengalami kejadian tersebut. 

Kasus tersebut, masih terus dilakukan penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi, dan menghimpun sejumlah alat bukti rekaman CCTV di lokasi kejadian. 

"Korban warga Kapasan, namanya Arief. Korban langsung ke polsek buat laporan jam 5-an. Korban gak ada luka," ujar Kompol Agung.

Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved