Berita Trenggalek

Ini Atraksi Unik Suguhan Warga di Desa Wisata Pandean Trenggalek Saat Dikunjungi Sandiaga Uno

Atraksi unik disuguhkan warga Desa Wisata Pandean Trenggalek saat dikunjungi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Kamis (30/6/2022).

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Kothekan lesung dan terbangan ello menjadi salah satu suguhan aktraksi budaya di Desa Wisata Pandean, Trenggalek, yang disuguhkan menyambut kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Kamis (30/6/2022). 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Atraksi unik disuguhkan warga Desa Wisata Pandean saat dikunjungi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Kamis (30/6/2022).

Menparekraf Sandiaga Uno didampingi Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ketika datang ke desa wisata tersebut, di Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek.

Atraksi itu adalah kothekan lesung dan terbangan ello, keduanya merupakan pertunjukkan budaya zaman lawas yang masih lestari hingga kini di Desa Pandean.

Kothekan lesung dimainkan oleh para mbah-mbah perempuan. Mereka mengidungkan tembang Jawa dengan iringan nada yang berasal dari alu dan lesung.

Alu dan lesung merupakan alat penumbuk padi masa lalu, ketika masyarakat belum mengenal mesin penggiling padi.

Mbah-mbah perempuan sepuh berpupur dan berpakaian kebaya rapi, menampilkan atraksi tersebut di atas batu besar dekat Kali Konang.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat menyopiri Menparekraf Sandiaga Uno berkunjung ke Desa Wisata Pandean di Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Kamis (30/6/2022).
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat menyopiri Menparekraf Sandiaga Uno berkunjung ke Desa Wisata Pandean di Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Kamis (30/6/2022). (SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin)

Baca juga: Bupati Mas Ipin Sopiri Sandiaga Uno Naik Mobil Listrik Datangi Desa Wisata Pandean Trenggalek

Kali Konang, merupakan tempat wahana river tubing, salah satu fasilitas wisata unggulan di Desa Wisata Pandean.

"Lesung yang dipakai ini usianya sudah sekitar 150 tahun. Tetap dilestarikan sejak zaman Belanda," kata Ketua Pokdarwis Arum Dewi Pulosari, Ririn Setyo Widihastuti selaku pengelola Desa Wisata Pandean.

Sementara, mbah-mbah perempuan energik bermain kothekan lesung, mbah-mbah pria memainkan terbangan ello dari gazebo di lokasi yang tak berjauhan.

Para pria lansia energik itu, memainkan beberapa alat musik tradisional seperti rebana, jedor, dan kendang. Mereka memainkannya sambil mengalunkan tembang-tembang Jawa bernada tinggi.

Ririn menjelaskan, mereka yang bermain terbangan ello adalah lansia dengan suara tinggi.

"Mereka menyanyikannya dengan vokal tinggi yang disebut ngelik," jelasnya.

Karena harus punya nada suara tinggi, tak semua orang atau lansia bisa bermain terbangan ello.

Selain dua atraksi budaya itu, Desa Wisata Pandean juga mengajak para anak-anak untuk menyuguhkannya pertunjukan pendukung desa wisata.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved