Perang Rusia vs Ukraina

Keberanian Iriana Jokowi Kalahkan Ibu Tien Soeharto, Ini 3 Makna Ikut Kunjungi Ukraina dan Rusia

Ibu Negara Indonesia, Iriana Jokowi disebut mengalahkan Ibu Tien Soeharto karena berani ikut berkunjung ke Ukraina dan Rusia di saat perang.

Editor: Iksan Fauzi
Dok. Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi di dalam kereta luar biasa saat akan berangkat dari peron 4 Stasiun Przemysl Glowny di kota Przemysl, Polandia menuju ke Ukraina, Selasa (28/6/2022) waktu setempat. Foto kanan : Didampingi sang istri, Ibu Iriana , Presiden Jokowi beserta rombongan terbatas berangkat menuju Kyiv di Ukraina tepat pada pukul 21.15 waktu setempat, Selasa (28 /6/2022). Keberanian Iriana Jokowi mengalahkan Ibu Tien Soeharto. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Ibu Negara Indonesia, Iriana Jokowi disebut mengalahkan Ibu Tien Soeharto karena berani ikut berkunjung ke Ukraina dan Rusia di saat perang.

Hal itu diungkapkan oleh pengamat militer dan intelejen, Ridlwan Habib.

Menurut Ridlwan, Ibu Tien Soeharto tidak ikut suaminya ketika berkunjung ke Bosnia pada tahun 1995 saat perang.

Saat itu, Ibu Tien Soeharto berstatus sebagai Ibu Negara Indonesia.

Keberanian Ibu Negara Iriana Jokowi sempat trending di twitter, Rabu (29/6/2022) pagi.

Lantas apa makna Iriana Jokowi ikut mengunjungi Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia untuk mendamaikan kedua negara tersebut?

Berikut analisis Ridlwan Habib atas keberanian Iriana Jokowi mengikuti suaminya di negara yang sedang perang.

Pertama, kata Ridlwan, Presiden Jokowi seolah ingin menekankan bahwa penyertaan Ibu Negara sebagai simbol diplomasi damai.

“Pertama, ini merupakan simbol diplomasi damai atau soft diplomacy dari Pak Jokowi. Untuk menunjukkan bahwa Indonesia beriktikad baik dengan simbol mengajak istri atau ibu negara,” ucap Ridlwan Habib, Rabu (29/6/2022) dikutip dari Kompas.TV.

Dari sisi keibuan atau sisi kewanitaan, kata Ridlwan, Ibu Negara identik dengan makna damai, lembut, dan anti-kekerasan.

“Maknanya dalam, karena menonjolkan sisi diplomasi lembut seorang Ibu,” ucap Ridlwan.

Apalagi, Indonesia juga membawa bantuan kemanusiaan atau humanitarian aid dalam rangkaian kereta api.

Kedua, Presiden Jokowi ingin menunjukkan kepada dunia internasional, bahwa dukungan nyata harus diwujudkan dalam bentuk keberanian bertindak.

“Presiden Jokowi sangat berani karena mengajak Ibu Iriana memasuki suatu negara yang dilanda perang. Risikonya sangat tinggi, tapi tetap mantap masuk,” tutur Direktur Lembaga Strategi Inteligensia Indonesia tersebut.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved