Pilgub Jatim 2024

Survei Poltracking di Bursa Pilgub Jatim 2024, Elektabilitas Khofifah-Emil Dardak Masih Kuat

Elektabilitas Khofifah Indar Parawansa serta Emil Elestianto Dardak di bursa Pilgub Jatim 2024

surya/istimewa
Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak saat kampanye pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim tahun 2018 lalu. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Elektabilitas Khofifah Indar Parawansa serta Emil Elestianto Dardak di bursa Pilgub Jatim 2024 nampaknya masih memperlihatkan dominasi yang kuat.

Gambaran itu terekam dalam survei terbaru yang dikeluarkan Poltracking Indonesia untuk peta elektoral Jawa Timur.

Di bursa calon Gubernur, Khofifah menjadi kandidat terkuat dengan angka 39,8 persen dan mengungguli belasan nama lain seperti nama Menteri Sosial Tri Rismaharini yang berada di posisi kedua dengan angka 19,5 persen.

Lalu, di posisi ketiga ada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan angka 9,6 persen.

Sementara Emil Dardak, menjadi kandidat terkuat di bursa calon Wakil Gubernur.

Mantan Bupati Trenggalek itu berada di angka 28 persen.

Baca juga: Sedekah Bumi di Dusun Betiring Kabupaten Gresik, Nur Saidah : Semua Ikut Melestarikan

Survei yang dilakukan pada periode 16-22 Mei itu melibatkan 1.000 responden di Jawa Timur.

Direktur Riset Poltracking Indonesia Arya Budi menjelaskan, pihaknya melakukan simulasi 15 nama baik untuk posisi calon gubernur maupun calon wakil gubernur.

"Berdasarkan temuan survei ini, Khofifah Indar Parawansa menjadi kandidat terkuat sebagai Gubernur Jatim. Pada calon wakil Gubernur, Emil Elestianto Dardak menjadi figur
terkuat," katanya belum lama ini, dikutip Minggu (26/6/2022).

Temuan ini terbilang masuk akal mengingat keduanya saat ini masih menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.

Menurut Arya, lumrahnya preferensi kuat dari publik kepada incumbent memang bukan sesuatu yang mengejutkan.

Baca juga: 1.780 Peserta Ikuti Tes SKD Sekolah Kedinasan Kemenhub di Poltekbang Surabaya

"Karena kebijakan itu adalah repetisi terhadap figur dari pemimpin itu sendiri. Sehingga, menyebabkan preferensi terhadap incumbent selalu besar," jelasnya menambahkan.

Disisi lain, dalam survei poltracking tersebut juga menggambarkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Khofifah-Emil.

Hasilnya, sebanyak 56,4 persen menyatakan puas, 16 persen menyatakan tidak puas. Sedangkan 27,6 persen responden tidak menjawab.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved