7 Fakta 18 WNI Meninggal di Tahanan Malaysia, KBMB Kaget Kedubes Malaysia Sebut Angka 149

Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) membuat laporan mengejutkan soal kasus meninggalnya 18 WNI di Depot Tahanan Imigrasi Tawau, Sabah, Malaysia.

Penulis: Suyanto | Editor: Suyanto
ist/humas polres ponorogo
ILUSTRASI - TKI Malaysia asal Ponorogo meninggal di Malaysia, dimakamkan di kampung halamannya, Jumat (15/7/2017) sore. (Humas Polres Ponorogo) 

SURYA.co.id I KUALA LUMPUR - Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) membuat laporan mengejutkan soal kasus meninggalnya 18 WNI di Depot Tahanan Imigrasi Tawau, Sabah, Malaysia.

Laporan KBMB berjudul Seperti di Neraka: Kondisi Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia. Dijelaskan, sebanyak 18 WNI itu meninggal dalam kuran Januari 2021 sampai Maret 2022.

Temuan KBMB ini kemudian menjadi pembicaraan ramai. Berikut fakta-faktanya

1. Apa Penyeab Kematian 18 WNI di tahanan Malaysia?

Menurut laporan KBMB, penyebab kematian itu diantaranya akibat hukuman tidak manusiawi dan penyiksaan.

Temuan ini didapat tim pencari fakta (TPF) KBMB dari hasil investigasi kematian WNI bernama Suardi, di tahanan Imigrasi Malaysia di Tawau, Sabah

Tim mewawancarai beberapa deportan asal Indonesia, salah-satunya adalah saudara kandung mendiang yang berada di satu blok tahanan dengan Suardi.

Saksi itu mengatakan Suardi dipukul ramai-ramai oleh petugas Depot Tahanan Imigresen (DTI) di hadapan tahanan lainnya.

Suardi, yang kondisi tubuhnya terluka, kemudian dimasukkan ke dalam sel isolasi, dengan tangan diborgol. Dia kemudian dinyatakan meninggal dunia pada awal Januari 2021.

"Berbagai bentuk penghukuman dan perlakuan tidak manusiawi, bahkan penyiksaan terjadi di pusat tahanan imigrasi yang merupakan suatu institusi yang tertutup, institusi yang terisolasi.

"Jarang sekali orang bisa mengakses realitas yang terjadi di dalam, sehingga mereka secara tidak langsung dilindungi oleh ketertutupan itu, tidak banyak orang yang tahu," kata Abu Mufakhir, anggota TPF KBMB melalui sambungan telepon kepada BBC News Indonesia, Minggu (26/6/2022).

2. Konsul RI di Tawau: Kami akan telusuri lagi

Konsul RI di Tawau, Heni Hamidah, mengatakan, pada Senin (27/6/2022), pihaknya akan menelusurinya. Sebab, dalam laporan yang dia dapat pada tahun lalu, penyebab kematian Suardi adalah serangan jantung

"Kami akan telusuri lebih lanjut. Saya enggak tahu sebetulnya pihak KBMB ini infonya dari mana, kalau berdasarkan file tertulis di kita, almarhum meninggalnya karena heart attack," jelas dia. "Ini mau kita cek juga dengan depot," tambah Heni kepada BBC News Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved