Berita Surabaya

Dialog dengan Warga, Eri Cahyadi Terima Aduan Soal 25 Ijazah Siswa SMA di Surabaya Ditahan Sekolah

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima aduan soal ditahannya 25 ijazah siswa SMA saat menggelar Forum Lesehan, Sabtu (25/6/2022).

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat menerima aduan dari warganya, Sabtu (25/6/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima aduan soal ditahannya 25 ijazah siswa SMA saat menggelar Forum Lesehan, Sabtu (25/6/2022).

Lewat forum tersebut, menjadi momentum para warga untuk sambat keapda orang nomor satu di Kota Surabaya.

Dalam acara yang kali pertama digelar ini, pria yang akrab disapa Cak Eri itu menerima berbagai keluhan secara bergantian. Sekitar puluhan menyampaikan terkait dengan tunggakan pembayaran uang SPP di SMA.

Akibat dari tunggakan ini, banyak ijazah siswa yang ditahan oleh sekolah. Mereka pun meminta bantuan kepada Pemkot Surabaya untuk mendapatkan intervensi.

"Ijazah banyak yang belum diambil karena masih banyak tunggakan," kata Cak Eri ketika menemui para jurnalis seusai acara.

"Saat ini, mereka hanya mendapat legalisir setelah lulus. Mereka harus nyicil untuk mendapatkan ijazah. Meski legalisir ini sebenarnya bisa digunakan untuk mendaftar ke perguruan tinggi atau bekerja," jelas Cak  Eri.

Mendengar keluhan para warga tersebut, Cak Eri akan menyiapkan bantuan. Namun, pihaknya akan berkolaborasi terlebih dahulu dengan pemerintah provinsi sebagai pihak yang menaungi SMA se-derajat.

Cak Eri menjabarkan skema pembiayaan yang diusulkan Pemkot Surabaya. Khususnya, intervensi bagi siswa kurang mampu (Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Selama ini, Pemerintah Pusat menopang anggaran pendidikan lewat Bosnas. Kemudian, pemerintah provinsi menyalurkan bantuan lewat Bosda.

Namun, seringkali pembiayaan ini tak cukup menanggung kebutuhan siswa di sekolah. Khususnya, sekolah swasta.

"Kalau sekolah ingin menaikkan standar minimal, maka ada biaya. Misalnya, untuk mendapatkan pengajaran yang baik, gaji guru, menambah fasilitas seperti laboratorium, maka sekolah perlu mendapatkan tambahan," ujar Cak Eri memaparkan.

Oleh karenanya, pemkot mengusulkan bantuan tambahan pembiayaan. Ini akan melengkapi dari Bosnas maupun Bosda.

"Sehingga, kalau (iurannya) lebih dan tidak mampu ditopang Bosnas maupun Bosda, juga wali murid, maka kami hadir. Namanya, memberikan beasiswa," jelasnya.

Baginya, hal ini sebagai bentuk kolaborasi. Cak Eri menegaskan, bahwa pendidikan anak di Surabaya menjadi tanggungjawab pemkot. Sekalipun, SMA Se-derajat menjadi kewenangan Pemprov.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved