Berita Jember
Sudah Ada 38 Kecelakaan Selama 2022, 36 Perlintasan Ditutup di Wilker KAI Daop Jember
Daop 9 Jember telah menutup 36 titik perlintasan sebidang. Tujuannya untuk meningkatkan keselamatan perjalanan KA.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, JEMBER - Angka kecelakaan di jalur perlintasan KA tanpa palang pintu di wilayah kerja PT KAI Daop 9 Jember termasuk tinggi. Sampai bulan keenam tahun 2022 ini, ada 38 kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang jalur KA dan merupakan kejadian sejak Januari 2022 sampai 23 Juni 2022.
Dari data yang dirilis oleh Humas PT KAI Daop 9 Jember, ke-38 kecelakaan itu menyebabkan lima orang terluka ringan, dan 16 orang meninggal dunia. Rinciannya, tiga kejadian di Kab dan Kota Pasuruan yang menyebabkan dua orang terluka, dan tiga orang meninggal.
Kemudian 11 kejadian di Kota dan Kabupaten Probolinggo yang menyebabkan satu orang terluka, dan delapan orang meninggal dunia. Lalu di Lumajang ada tujuh kejadian dan tidak menyebabkan korban jiwa, kemudian di Jember ada delapan kejadian yang menyebabkan dua orang meninggal.
Sedangkan di Banyuwangi ada 9 kejadian yang menyebabkan dua orang terluka, dan empat orang meninggal.
Sebagai informasi wilayah kerja PT KAI Daop 9 Jember adalah sepanjang Stasiun Bangil Pasuruan sampai Ketapang Banyuwangi. Di sepanjang jalur tersebut, sampai awal tahun 2022 terdapat 346 titik perlintasan, yang terdiri atas 93 titik perlintasan dijaga, dan 253 titik tidak dijaga.
“Namun PT KAI Daop 9 Jember terus berupaya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang KA,” ujar Vice President PT KAI (Persero) Daop 9 Jember Broer Rizal, Jumat (24/6/2022).
Broer menambahkan, sepanjang 2021 lalu, Daop 9 Jember telah menutup 36 titik perlintasan sebidang. Tujuannya untuk meningkatkan keselamatan perjalanan KA.
Sedangkan awal Januari 2022, ada 20 titik yang telah ditutup. Empat di antaranya ditutup bersamaan pada Kamis (23/6/2022) kemarin. Mereka yang ditutup adalah Km 96+5/6 antara Bayeman – Probolinggo, Km 131+4/5 antara Ranuyoso – Klakah, Km 26+5/6 antara Garahan – Mrawan dan Km 34+4/5 antara Mrawan – Kalibaru.
Perlintasan sebidang tanpa palang pintu yang ditutup, lanjutnya, tidak serta merta menyusahkan akses jalan bagi warga setempat.
KAI Daop 9 juga berterima kasih kepada masyarakat yang mendukung proses penutupan perlintasan sebidang yang memiliki potensi bahaya. "Kami berharap tidak ada lagi perlintasan liar yang dibangun oleh warga," tegasnya.
Broer berharap, seluruh warga masyarakat agar senantiasa berhati-hati dan mematuhi peraturan serta rambu lalu lintas saat berkendara. Jika melewati perlintasan, sebaiknya menengok kanan dan kiri untuk memastikan adanya KA yang lewat atau tidak.
"Bagi pengendara roda empat harus membuka kaca jendela kendaraannya agar pandangan dan pendengarannya tidak terhalang. Dan juga tidak bermain HP saat berkendara," pungkas Broer. ****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/KAI-Jember-tutup-perlintasan-tak-berpintu.jpg)