Grahadi

Pemprov Jatim

Apresiasi Gubernur Khofifah Kepada Para Bidan, Ajak Seluruh Elemen Tekan AKI dan AKB di Jatim

Menurut Gubernur Khofifah, peran bidan dalam dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB lewat layanan kesehatan ibu dan bayi menjadi sangat vital.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
Istimewa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak berbagai pihak terus bersinergi dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Jawa Timur.

Upaya menekan angka AKI dan AKB di Jawa Timur menjadi poin penting untuk diperhatikan bersama. 

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Khofifah secara khusus pada peringatan Hari Bidan Nasional 2022 dengan tema 'Perjalanan Panjang Profesi Bidan Mewujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Maju', Jumat (24/6/2022). 

"Saya ingin mengajak kita semua untuk memperingati Hari Bidan Nasional ini dengan menyatukan langkah dalam upaya menurunkan AKI dan AKB, ini (jadi) PR kita bersama," kata Khofifah kepada wartawan. 

Mantan Menteri Sosial itu menjelaskan, guna mengatasi AKI dan AKB dibutuhkan intervensi langsung dari mulai hulu. Untuk AKI, di antaranya yang harus diperhatikan adalah layanan kesehatan pada ibu sejak proses mengandung. 

Berbagai hal harus jadi perhatian, mulai dari kecukupan gizi, kontrol rutin kehamilan dan kesehatan ibu. Termasuk kontrol dan pemeriksaan saat ibu sedang atau telah melewati proses persalinan. 

Apalagi, 50 persen kasus kematian ibu terjadi saat masa nifas. Maka, diharapkan harus ekstra diperhatikan para ibu yang baru saja bersalin. 

"Maka kontrol kesehatan pasca persalinan juga tidak boleh disepelekan dan harus jadi perhatian. Baik dari bidan ataupun dari pihak keluarga," jelasnya. 

Khofifah melanjutkan, sementara untuk AKB, di antaranya tindakan preventif adalah dengan menurunkan angka stunting pada bayi. 

Merujuk data Pemprov Jatim, tahun 2021, Jawa Timur telah mengalami penurunan angka stunting yang signifikan. Dari yang sebelumnya 26,86 persen pada 2019 menjadi 23,5% tahun 2021.

Menurut Khofifah, peran bidan dalam hal ini menjadi sangat vital. Itu karena bidan memiliki wewenang dan tugas dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB lewat layanan kesehatan ibu dan bayi. 

Di sisi lain, Gubernur perempuan pertama di Jatim itu mengapresiasi dedikasi para bidan selama ini.

"Mudah-mudahan peringatan Hari Bidan Nasional menjadi titik di mana bidan akan semakin maju," tuntas Khofifah. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved