Berita Surabaya

Unitomo Surabaya Kukuhkan Guru Besar Baru Bidang Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Guru besar (gubes) baru Unitomo dalam bidang Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yakni Prof Dr Drs Ec Slamet Riyadi MP MM.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/zainal arif
Prof Dr Drs Ec Slamet Riyadi MP MM dikukuhkan sebagai guru besar ke-19 Unitomo di Auditorium Ki H Mohammad Saleh, Kamis (23/6/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Universitas dr Soetomo (Unitomo) Surabaya memiliki guru besar (gubes) baru dalam bidang Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yakni Prof Dr Drs Ec Slamet Riyadi MP MM.

Bertempat di Auditorium Ki H Mohammad Saleh, Slamet dikukuhkan sebagai guru besar ke-19 Unitomo, Kamis (23/6/2022).

Dalam orasi ilmiahnya, ia menjelaskan konsep dan strategi meningkatkan keunggulan daya saing batik tulis menuju go internasional.

Kondisi Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan lebih dua tahun dinilai sangat menggangu perekonomian secara keseluruhan termasuk para pengrajin batik tulis bangkalan.

Baca juga: Janda Tajir Asal Tuban Kena Rayuan Pria Asal Kalimantan, Puluhan Juta Rupiah Melayang

"Keadaan ini menggangu kinerja para pengrajin, rendahnya kapasitas produksi, biaya produksi meningkat serta menurunnya permintaan batik tulis di bangkalan," ujar Slamet.

Ia mencontohkan kesuksesan negara China, adanya peran pemerintah dalam pengembangan industri kreatif khususnya diwilayah pedesaan nyatanya sangat berpengaruh dalam peningkatan pendapatan masyarakat.

Sehingga batik tulis maupun batik printing di China berkembang pesat bahkan telah diekspor ke beberapa negara.

"Beberapa masalah yang dapat saya simpulkan yaitu rendahnya SDM, rendahnya inovasi produk dan proses produksi, motif dan desain lebih banyak kontemporer, rendahnya teknologi," katanya.

"Bentuk pelatihan kurang tepat, segmentasi pasar belum maksimal, belum ada standarisasi prosuk pengolahan limbah, Patent dan ISO sehingga berpengaruh terhadap tingginya daya saing Industri Kecil Menengah (IKM) batik tulis bangkalan," imbuhnya.

Baca juga: Arumi Bachsin Kunjungi Desa Kendalbulur, Puji Berbagai Prestasi Desa dan Capaian PKK

Menyikapi hal tersebut, Slamet berharap adanya kolaborasi dari seluruh stakeholder terkait yang dapat membantu agar kualitas batik tulis bangkalan menjadi semakin baik.

Melalui pelatihan partisipatif misalnya, tentu akan dapat membuka mindset peserta pelatihan untuk menerima perubahan.

"Pemerintah, akademisi, dan pengrajin harus saling berkolaborasi. Pengrajin harus mengembangkan inovasi produknya untuk meningkatkan daya saing, akademisi seperti saya harus meneliti permasalahan sekaligus memberikan masukan," ujar Slamet.

"Sementara pemerintah harus membantu kebutuhan pengrajin batik tulis supaya dapat memberikan kontribusi devisa negara yang lebih besar dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Bangkalan," tutupnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved