Berita Gresik
Perumahan Elite di Gresik Tanpa Makam, Warga Meninggal pun 'Diungsikan'; Ini Alasan dari Pengembang
Aksi tersebut menjadi perhatian masyarakat yang melintasi Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas depan Icon Mall Gresik.
Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, GRESIK - Pengembang dari Perumahan Green Garden, Desa Dahanrejo Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik menuai protes dari penghuninya sendiri. Warga melakukan aksi dengan measang spanduk-spanduk, untuk memprotes tidak adanya fasilitas pemakaman di perumahan elite itu.
Padahal pemakaman merupakan fasilitas umum (fasum) penting di permukiman. Selain itu, warga juga menuntut agar pengembang membangun tempat ibadah.
Warga membentangkan spanduk bertuliskan 'Perumahan Green Garden Belum Punya Masjid dan Belum Punya Makam'. Aksi tersebut menjadi perhatian masyarakat yang melintasi Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas depan Icon Mall Gresik.
Warga menegaskan, perumahan elite di depan RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik yang sudah dikembangkan puluhan tahun tersebut, belum menyerahkan fasum makam dan belum membuatkan masjid. Tempat ibadah yang ada baru mushala, sehingga untuk shalat Jumat pun warga harus keluar kompleks perumahan.
“Sudah bertahun-tahun terjadi, bahkan kalau ada warga meninggal, keluarganya harus membeli lahan untuk makam. Dan warga terpaksa mengusung dan memakamkan jenazah ke pemakaman umum milik desa lain,” kata Sholihah, Koordinator Jamaah Pengajian Ibu-ibu Perum Green Garden, Selasa (21/6/2022).
Selain itu, ketika shalat Jumat, ibu-ibu terpaksa mengantarkan anaknya ke masjid di luar perumahan. Sebab ternyata tidak ada masjid untuk jamaah 140 kepala keluarga (KK) di Perumahan Green Garden. Sedangkan mushala di sana malah akan terdampak pelebaran jalan tol.
“Kasihan ibu-ibu, kalau shalat Jumat harus mengantarkan anaknya ke masjid untuk jumatan. Ada yang diantar ke masjid di kantor pemda dan masjid sekitarnya,” imbuhnya.
Sementara Direktur PT Raya Bumi Nusantara Permai (RBNP) selaku pengembang Icon Apartemen, David Y mengatakan, permasalahan lahan pemakaman warga penghuni perumahan saat ini masih proses penentuan lokasi.
“Untuk fasum makam, kami masih berkoordinasi dengan pak lurah. Kami masih mencari lahan dan sudah ada beberapa pilihan. Sebenarnya makam berada di block C3 belakang, tetapi warga menolak, sebab ada yang takut berdekatan dengan makam. Makanya kami dari pengembang berkordinasi dengan lurah setempat untuk mencari lahan,” kata David.
Selain itu, atas permasalahan fasum tersebut PT RBNT berencana merubah denah perumahan untuk mencari penyelesaian jangka panjang. “Karena perubahan denah ini bertujuan jangka panjang, agar penghuni nyaman dan aman,” tandasnya. *****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Demo-warga-perumahan-di-Gresik.jpg)