Breaking News:

Berita Surabaya

Kisah Pilu Para Istri Ikut Suami Demo di Kantor Damri Surabaya, 2 Tahun Pesangon Tak Kunjung Cair

Kisah pilu Kisah pilu para istri pensiunan pegawai Damri di Surabaya ikut suami berdemo menuntut pencairan pesangon

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Nuraini Faiq
Sejumlah istri pensiunan pegawai Damri Surabaya saat ikut demo menuntut pencairan pesangon, Senin (20/6/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kisah pilu para istri pensiunan pegawai Damri di Surabaya ikut suami berdemo menuntut pencairan pesangon pada Senin (20/6/2022) kemarin.

Para istri hanya bisa menangisi ijazah putra-putrinya yang ditahan sekolah, karena belum ada uang untuk membayar uang gedung dan SPP sekolah. 

Sekitar 45 pegawai pensiunan Perum Damri Cabang Surabaya, mendesak pesangon mereka segera dicairkan. 

"Bayar pesangon suami saya untuk menebus ijazah anak. Ijazah anak saya masih ditahan di sekolahnya. Tolong," ucap Ny Samudera, istri mendiang Samudra yang setahun lalu pensiun. 

Seluruh pensiunan pegawai Damri yang purna tugas, hingga kini belum menerima pesangon. Hak normatif pegawai Damri itu bahkan ada yang sudah dua tahun belum juga diberikan. Selain pesangon, sisa gaji mereka juga belum dicarikan. Termasuk BPJS Ketenagakerjaan.

Ny Samudera tak kuasa menahan tangis, dengan tangan kiri memegang spanduk, tangan kanan ibu empat anak itu terus mengusap kedua matanya yang basah karena linangan air mata.

Spanduk yang dibawa Ny Samudera itu bertuliskan "Kami janda Purna Damri, butuh biaya hidup. Tolong Pak Jokowi!

"Bapak sudah meninggal. Saya masih menanggung beban biaya hidup dan pendidikan anak," ucap Ny Samudera pelan.

Tidak hanya Ny Samudera, istri Abdul Haris yang dua tahun lalu pensiun juga menagih pesangon yang sama. Besaran pesangon rata-rata antara Rp 106 juta hingga Rp 130 juta. 

"Dua anak saya lulus SMP dan SMA belum melunasi tanggungan SPP dan uang gedung. Ijazahnya masih di sekolah," tutur Ny Haris dengan menyebut total tanggungan Rp 15 juta.

Setidaknya ada empat istri pensiunan pegawai Damri yang ikut turun ke jalan. Sementara para suami tanpa lelah menyuarakan tuntutan mereka menagih pesangon. 

Mereka berjalan kaki sejauh 2 kilometer dari garasi Damri di Jagir, menuju kantor Damri di Kali Rungkut. 

Area Manager Perum Damri Regional III, Joko Mujiono mengaku menghargai aksi para pensiunan menuntu pesangon.

"Kami akan mempercepat tunggakan pesangon pensiunan. Kami akan sampaikan ke direksi pusat. Akan ada policy karena dua tahun kami dihantam pandemi. Kami tegaskan pesangon tidak hangus dan menjadi piutang kami," kata Joko.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved