Berita Kediri

Viral Kasus Pencurian Lombok di Pasar Grosir Ngronggo Kota Kediri, Begini Ending-nya

Kasus pencurian lombok yang vidionya sempat viral di Pasar Grosir Ngronggo, Kota Kediri berakhir dengan perdamaian.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: irwan sy
didik mashudi/surya.co.id
Perdamaian antara pelaku pencurian cabai dengan korban di Mapolsek Kota Kediri, Kamis (16/6/2022). 

Berita Kediri

SURYA.co.id | KEDIRI - Kasus pencurian lombok yang vidionya sempat viral di Pasar Grosir Ngronggo, Kota Kediri berakhir dengan perdamaian.

Korban Saelan (52) pedagang warga Desa Ploso Kidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri telah memaafkan pelaku JY (31) warga Grogol, Kabupaten Kediri.

Perdamaian dilakukan dengan mediasi petugas dari Polsek Kota Kediri dengan menghadirkan korban dan pelaku.
Kasus pencurian lombok di Pasar Grosir ini sempat viral karena vidionya diunggah di media sosial.

Malahan warga sempat mendatangi Kantor Pasar Grosir Ngronggo sebelum polisi dari Polsek Kota Kediri menjemput pelaku dibawa ke mapolsek.

Petugas mengamankan barang bukti satu bungkus tas kresek isi cabe merah besar  4 kg.

Saat ini harga cabe merah besar Rp 57.000 per kg sehingga nilai kerugian Rp 228.000.

Saelan mengaku memaafkan karena pelaku juga mempunyai anak dan keluarga.

"Jadi saya memaafkan pelaku. Total cabenya ada 4 kg seharga Rp 228.000," jelasnya.

Menurut Saelan kejadian di Pasar Grosir Ngronggo terjadi saat kulakan membeli cabe.

Selanjutnya cabe ditaruh di motor gerobak ditinggal belanja sayuran lainnnya.

Namun setelah balik lagi satu tas kresek berisi cabe merah besar sudah tidak ada.

"Mungkin  salah paham," ujarnya.

Saelan kemudian mengetahui pelaku sudah dibawa ke Kantor Pasar Grosir karena telah diamankan petugas juru parkir.

Sementara Kanit Sabhara Polsek Kota Kediri Iptu Henry menjelaskan, kronologi kejadian antara pelaku dan korban saat kejadian sama-sama kulakan sayuran di Pasar Grosir Ngronggo.

Diduga pelaku salah mengambil barangnya sehingga dilaporkan kepada petugas.

Karena masuk kategori tindak pidana ringan (tipiring) sebelum kasusnya dilanjutkan dilakukan mediasi.

"Dari hasil mediasi pihak korban memaafkan dan mencabut laporan sehingga kasusnya diselesaikan secara restorasi justice," jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved