Berita Nganjuk
Lelang Hasil Tanaman Cengkeh, Upaya Perumda Aneka Usaha Nganjuk Capai Target Pendapatan
Salah satunya dengan melelang hasil komoditas cengkeh dari unit perkebunan yang dikelolanya.
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, NGANJUK - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha berupaya maksimal mendapatkan penghasilan.
Salah satunya dengan melelang hasil komoditas cengkeh dari unit perkebunan yang dikelolanya.
Direktur Pemasaran dan Produksi Perumda Aneka Usaha Kabupaten Nganjuk, Deny Ismayanti menjelaskan, dalam proses lelang hasil tanaman cengkeh sendiri telah dilaksanakan dan diikuti oleh 14 peserta.
Namun dalam lelang tersebut belum menyentuh taksasi atau taksiran harga barang terendah yang telah ditetapkan.
"Di mana nilai taksiran hasil itu berdasarkan dari estimasi tonase yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk," kata Deny Damayanti, Jumat (17/6/2022).
Dikatakan Deny Ismayanti, hasil tonase jumlah panen dimasing-masing lahan perkebunan yang dikelola oleh Perumda yakni untuk perkebunan di Sawahan sekitar 10 ton dengan kondisi basah.
Sedangkan di Perkebunan Ngetos ditaksasi mencapai sekitar 14,5 ton basah.
Diharapkan, ungkap Deny Ismayanti, melalui lelang cengkeh tersebut Perumda Aneka usaha bisa mendapatkan harga sesuai pasar dan yang telah ditetapkan sesuai dengan estimasi tonase yang diperoleh.
Dengan rincian estimasi hasil jual cengkeh di perkebunan Sawahan senilai sekitar Rp 151 juta, dan dari perkebunan di wilayah Ngetos mencapai nilai sekitar Rp 276 juta.
Hanya saja, tambah Deny Damayanti, lelang cengkeh yang dilakukan saat ini belum berhasil, karena penawaran tertinggi dari peserta lelang masih jauh dibawah standar.
"Tujuan utama dari lelang yang kami lakukan adalah wajib menyentuh harga terendah yang telah ditentukan. Untuk itu kami masih mempertimbangkan untuk langkah selanjutnya setelah lelang kali ini gagal karena penawaran harga jauh dari harapan," tutur Deny Damayanti.
Seperti diketahui, Perumda Aneka Usaha saat ini mengelola lahan perkebunan total mencapai 23 hektar yang tersebar di dua lokasi, yakni di Sawahan dan Ngetos.
Di mana dari total luasan lahan tersebut sekitar 10 hektar belum dikelola maksimal dan masih berupa bukit dengan lahan kosong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Nganjuk-untuk-memenuhi-target-pendapatan.jpg)