Berita Lumajang
Penutupan Pasar Hewan di Lumajang Diperpanjang Lagi Seminggu
Penutupan Pasar Hewan di Lumajang ditambah seminggu lagi karena penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak turun kasus yang signifikan.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
Berita Lumajang
SURYA.co.id | LUMAJANG - Sudah 3 minggu pasar hewan se-Kabupaten Lumajang ditutup pemerintah.
Namun, penutupan itu terus ditambah seminggu lagi karena penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak menunjukan penurunan kasus yang signifikan.
Informasinya, meski pasar hewan telah ditutup namun jumlah hewan ternak tertular PMK sudah mencapai 5.000 ekor lebih.
Hal ini membuat Lumajang dalam daftar PMK terbanyak se-Jatim. Pedagang kabarnya juga telah gregetan.
Nurul Kepala Pasar Hewan Pasirian mengatakan perpanjangan penutupan pasar hewan adalah hasil instruksi Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Lumajang.
Cukup banyak pedagang hewan mengeluhkan keputusan tersebut, sehingga meski pasar ditutup, mereka tetap colong-colong nekat berdagang.
"Serba repot juga di lapangan kami melarang akhirnya berbenturan dengan keluhan peternak," keluhnya.
Fendi salah seorang pedagang kambing menilai mencegah penularan dengan menutup pasar dirasa bukan solusi tepat.
Yang dibutuhkan peternak saat ini subsidi vaksin dan obat-obatan.
Karena, sudah tiga minggu masa sterilisasi pasar hewan dilakukan nyatanya menunjukkan hasil penurunan kasus yang signifikan.
Para pedagang hanya berharap agar pemerintah mencabut kebijakan penutupan pasar hewan, supaya ekonomi masyarakat bisa jalan.
Apalagi menjelang Idul Adha yang biasanya menjadi masa panen para peternak.
"Kalau bisa dicabut saja aturan ini. Kalau memang sayang rakyat beri sapi, kambing kami obat. Bukan malah dilarang berdagang," pungkasnya.