Kamis, 16 April 2026

Berita Jember

1.107 Hewan Ternak di Kabupaten Jember Terpapar Penyakit Mulut dan Kuku

Sebanyak 1.107 ekor sapi di Kabupaten Jember terdata terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa DKKP Kabupaten Jember
Petugas mengambil sampel liur sapi untuk mengecek kondisi hewan ternak apakah terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Sebanyak 1.107 ekor sapi di Kabupaten Jember terdata terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pemkab Jember terus mendata hewan ternak kuku belah dua yang terindikasi terpapar PMK.

"Sampai kemarin siang (13 Juni) terdata 1.107 ekor yang terpapar PMK, tersebar di sejumlah kecamatan," ujar Sekretaris DKPP Pemkab Jember, drh Sugiyarto kepada SURYA.co.id, Selasa (14/6/2022).

Dari data hewan yang terpapar PMK, ada empat kasus kematian.

Kasus kematian itu antara lain terjadi di Kecamatan Tempurejo, dan Sumberbaru.

Baca juga: Diparkir Depan Gerai Laundry di Sawahan Kota Surabaya, Motor Remaja Ini Raib Dicuri

Beberapa kasus PMK yang cukup banyak terjadi di Jember bagian barat, seperti Kecamatan Gumukmas.

Sugiyarto menambahkan, pihaknya terus memantau penyebaran virus PMK tersebut.

"Memang merebak di banyak tempat, jadi kami terus memantaunya," imbuhnya.

Seperti yang dilakukan pada Sabtu (11/6/2022) lalu, tim surveilen melakukan pemantauan di beberapa tempat.

Hasilnya antara lain di Desa Tutul Kecamatan Balung ditemukan delapan ekor sapi bergejala PMK.

Hewan bergejala PMK juga ditemukan di Desa Sabrang Kecamatan Ambulu.

Baca juga: Hari Ini, Puan Maharani Buka Kickoff Meeting P20 di Kota Surabaya

Sementara pemantauan di Pasar Hewan Kencong pada Sabtu (11/6/2022) lalu, petugas tidak menemukan hewan yang terindikasi suspek PMK.

Petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan di pasar tersebut untuk pencegahan penularan PMK.

Sugiyarto menambahkan, pihaknya belum mendapatkan vaksin PMK sampai saat ini.

Karenanya petugas dan pemilik hewan hanya memberikan pengobatan kepada hewan yang sakit, sesuai dengan hasil diagnosa sakitnya si hewan.

"Kami belum menerima vaksin PMK. Jadi sejauh ini ya hanya mengobati sakitnya saja, seperti dalam kasus Covid-19 kemarin, saking ini terjadi pada hewan," lanjutnya.

Dia berharap vaksin PMK segera bisa diterima oleh Kabupaten Jember, sehingga bisa disuntikkan kepada hewan ternak tersebut.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved