Berita Malang Raya

Kemenag Kabupaten Malang: Boleh Saja Jika Ada Masjid yang Tak Gelar Kurban Akibat PMK

Menjelang Hari Raya Idul Adha, wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) masih merebak di Kabupaten Malang.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Didik Mashudi
Ilustrasi - aktivitas penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Menjelang Hari Raya Idul Adha, wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) masih merebak di Kabupaten Malang.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang menyerahkan sepenuhnya kebijakan menggelar penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha kepada setiap takmir masjid.

"Menyikapi adanya wabah, boleh-boleh saja jika ada masjid yang tidak menggelar penyembelihan hewan ternak saat Idul Adha," terang Kepala Kemenag Kabupaten Malang, Mustain ketika dikonfirmasi, Selasa (14/6/2022).

Mustain menjelaskan, hewan yang diduga terkena PMK bisa masih sah disembelih. Hal tersebut mengacu pada fatwa MUI tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban Saat Kondisi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kata Mustain, berkurban dengan hewan terjangkiti PMK dinyatakan sah jika gejala penyakit pada hewan tersebut masih dalam taraf gejala ringan. Namun untuk mencegah hal tersebut, Mustain mengarahkan lebih baik pembeli mengecek terlebih dahulu secara langsung kondisi kesehatan hewan ternak.

"Pembeli harusnya selektif saat beli hewannya. Jangan hanya nitip saja. Sehingga akan mendapatkan hewan yang sempurna untuk dijadikan kurban," papar Mustain.

Terakhir, Mustain mengaku akan menuruti apapun kebijakan yang dikeluarkan Pemkab Malang terkait penyembelihan hewan ternak saat Idul Adha di tengah wabah PMK.

"Masih nunggu kebijakan Pemkab Malang," tutupnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan, pihaknya lebih memilih terus melakukan tindakan pencegahan PMK jelang Idul Adha.

"Dinas peternakan akan turun melakukan pengecekan bersama-sama dengan perguruan tinggi, di antaranya Universitas Brawijaya, Unisma (Universitas Islam Malang) dan UMM (Universitas Muhammadiyah Malang).  Semua harus dipastikan hewan-hewan yang dijual tersebut aman dan sehat.Tim ini akan kami bagi nantinya tersebar di seluruh wilayah," jelas Didik.

Wabup Didik mengaku tak melarang masjid di wilayahnya tetap melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

"Imbauan-imbauan sudah kami berikan," tandas Didik.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved