Berita Surabaya

Siswi di Kota Surabaya Ini Olah Tanaman Lerak dan Porang Menjadi Sabun Herbal

Selanjutnya adonan sabun siap dicetak dan didiamkan dalam suhu ruangan selama 2 minggu agar siap digunakan.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/zainal arif
Saat Tanaya menunjukkan proses pembuatan sabun herbal batang yang ia beri nama Konjac Soap di rumahnya kawasan Wisma Menanggal Kecamatan Gayungan Kota Surabaya, Kamis (9/6/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Tanaya Aprilia Giofian (13) mengolah tanaman tradisional seperti Lerak dan Porang menjadi produk sabun herbal yang ia beri nama "Konjac Soap".

Kedua tanaman tersebut sengaja dipilih siswi kelas 7 SMPN 22 Surabaya itu sebagai bahan dasar pembuatan sabun ini bukanlah tanpa alasan.

Tanaya telah melakukan research untuk mengetahui manfaat yang terkandung di dalam kedua tanaman itu.

"Di lerak terdapat zat saponin yang dapat menghasilkan busa alami dan ramah lingkungan. Kalau porang terdapat zat glukomanan yang dapat melembabkan kulit, mencerahkan kulit, menghilangkan jerawat dan anti peradangan untuk kulit," ujar Tanaya saat ditemui SURYA.co.id dikediamannya kawasan Wisma Menaggal Kecamatan Gayungan Kota Surabaya, Kamis (9/6/2022).

Untuk mendapatkan kedua tanaman tersebut, ia mengaku awalnya menanam sekitar 20 porang dan lerak di halaman rumahnya.

Bahkan untuk mendapatkan buah leraknya, ia harus memasok dari petani lerak di Ponorogo.

Baca juga: Nasabah BRI Unit Waru Raih Suzuki Ertiga Dalam Pengundian PHS Periode II 2021

"Alhamdulillah sekarang sudah ada sekitar 750 tanaman porang dirumah saya. Kalau lerak sekarang sudah hampir 500 tanaman yang sedang saya budidayakan dirumah," ungkapnya.

Sementara untuk proses pembuatan sabun herbal ini, Tanaya memulai dengan menyiapkan bahan-bahan seperti tepung porang, sari lerak, NaOH, palm oil, olive oil, dan coconut oil.

"Sembari menunggu kedua bahan tadi, saya masukkan tepung porangnya, palm oil, olive oil dan coconat oil lalu dimikser. Setelah itu, kedua bahan yang sudah tercampur tadi saya jadikan satu dan dimikser kembali," jelasnya.

Setelah bahan tercampur, ditambahkan essential oil lalu diaduk hingga tercampur rata.

Selanjutnya adonan sabun siap dicetak dan didiamkan dalam suhu ruangan selama 2 minggu agar siap digunakan.

"Saya menggunakan teknik pemanggangan untuk mempersingkat waktu purring-nya (dari 4 Minggu menjadi 2 Minggu)" tambahnya.

Bahkan produk sabun herbal ini telah lolos uji dan berstandar SNI serta mempunyai NIB (nomor induk berusaha).

"Alhamdulillah, sudah lebih 200 batang sabun Konjac terjual dengan harga Rp 35.000 per 1 pcs. Testimoni dari konsumen banyak yang positif, bilang kalau sabun saya bisa melembabkan kulit, flek hitam bisa pudar, terus minyak dikulit berkurang tapi tidak membuat kulit kering," kata Tanaya.

Ke depannya ia bertekad untuk terus mengembangkan produknya supaya bisa dikenal hingga ke mancanegara.

"Saya akan terus mengembangkan inovasi ini agar tidak hanya di kenal di Surabaya aja, melainkan bisa dikenal di seluruh Indonesia hingga ke mancanegara," pungkasnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved