Berita Tulungagung

Kasus PMK Meluas, Bupati Tulungagung Janji Buka Pasar Hewan Sebelum Idul Adha

Perdagangan hewan ternak di Kabupaten Tulungagung berhenti sejak 16 Mei lalu, untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/David Yohanes
Petugas kesehatan hewan memeriksa seekor sapi di Kecamatan Ngantru, Tulungagung. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Perdagangan hewan ternak di Kabupaten Tulungagung berhenti sejak 16 Mei lalu, untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Namun, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo berjanj, pasar hewan akan dibuka 10 hari ke depan untuk antisipasi Idul Adha.

Hal ini untuk menjembatani masyarakat yang mencari hewan korban.

"Mungkin setelah dua pasaran dari sekarang, akan dibuka dengan pengetatan," terang Bupati Maryoto Birowo, Jumat (10/6/2022).

Bupati menegaskan, pasar hewan hanya dibuka untuk pedagang lokal.

Tidak boleh ada pedagang dari luar kota, apalagi hewan ternak dari luar kota yang masuk ke Tulungagung 

Bahkan hewan ternak dari luar kota dengan surat keterangan sehat, dipertimbangkan untuk tetap ditolak.

"Kenapa kami ketat, karena kami tahu kualitas kesehatan hewan ternak kita. Jangan sampai situasi memburuk karena lalu lintas hewan ternak antar kota," ucap Bupati Maryoto.

Bupati juga mengakui ada peran jalan-jalan tikus yang dipakai para pedagang nakal.

Mereka membawa masuk hewan ternak dari luar daerah, tanpa lewat jalan utama.

Karena itu kini penyekatan dilakukan, termasuk pemantauan di jalur-jalur tikus.

"Satgas yang memantau itu, di dalamnya ada polisi dan TNI," tegas Bupati.

Selama lima hari terakhir, sapi suspect PMK bertambah dari 48 ekor menjadi 104 ekor.

Sapi-sapi ini menyebar di 22 peternak di  8  kecamatan di Kabupaten Tulungagung.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved