Berita Lumajang
Cuma Dipimpin Guru Senior, 115 SD di Lumajang Tak Punya Kepala Sekolah Definitif
Sebanyak 115 SD di Lumajang tak memiliki kepala sekolah definitif, namun cuma pelaksana tugas (Plt).
Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
Berita Lumajang
SURYA.co.id | LUMAJANG - Sebanyak 115 SD di Lumajang tak memiliki kepala sekolah definitif.
Sekolah-sekolah tersebut saat ini dipimpin guru-guru senior untuk mengemban pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah.
Informasinya, letak sekolah yang tak memiliki kepala sekolah definitif rata-rata berada di kawasan terpencil.
Kebanyakan kondisi sarana dan prasarana sekolah cukup memprihatinkan.
Ini karena jabatan Plt tidak mudah mengajukan perbaikan sarana dan prasana ke Dindikbud ketika sekolah terjadi kerusakan.
Potret itu terjadi di SDN Kertowo IV, Kecamatan Gucialit.
Murid kelas I dan III sudah dua tahun ini belajar di tenda darurat.
Ini dikarenakan dua tahun lalu, bangunan 3 ruang kelas ambruk karena atapnya lapuk termakan usia.
"Dua tahun sudah 3 ruang kelas rusak. Dulu dipimpin sama kepala sekolah Plt. Saya masuk Februari, terus diajukan lagi ada informasi perbaikan baru dilakukan tahun depan," kata Minto Kepala Sekolah SDN Kertowono IV.
Kepala Dindikbud Lumajang, Agus Salim, menjelaskan kekosongan ratusan kursi kepala sekolah disebabkan pemimpin sebelumnya banyak yang telah memasuki masa pensiun.
Sedangkan pelamar kepala sekolah sangat terbatas, padahal sebenarnya banyak guru yang memenuhi kualifikasi untuk mengikuti seleksi kepala sekolah.
"Malah banyak pendaftar yang sudah usia 56 ke atas mencoba mendaftar. Padahal ini usia maksimal. Jadi otomatis mereka langsung gagal," ujar Agus.
Karena hal itu banyak kepala sekolah definitif ditunjuk untuk merangkap jabatan di lembaga terdekat yang mengalami kekosongan pimpinan.
Namun, banyak pihak menilai, kebijakan ini kurang efektif.
Karena, kasek yang rangkap jabatan akan menerima beban ganda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/agus-salim-1462021.jpg)