Berita Lamongan

Serahkan 125 SK Guru PPPK, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi: Abdi Negara Jangan Jadi Provokator

Sebanyak 125 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk formasi guru 2021 di Lamongan menerima SK.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: irwan sy
hanif manshuri/surya.co.id
Bupati Yuhronur Efendi menyerahkan SK untuk 125 guru PPPK di Ruang Gajah Mada Lantai 7 Kantor Pemkab Lamongan, Rabu (8/6/2022). 

Berita Lamongan

SURYA.co.id l LAMONGAN - Sebanyak 125 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk formasi guru 2021 di Lamongan menerima SK.

Surat keputusan sesuai dengan keputusan yang telah diamanatkan dalam UU No 5 Tahun 2014 tentang aparatur sipil negara, serta PP No 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja diserahkan Bupati Yuhronur Efendi di Ruang Gadjah Mada Pemkab lantai 7 Kantor Pemkab Lamongan, Rabu (8/6/2022).

Para guru yang baru saja menerima SK itu diminta untuk tahu serta mengerti tentang core values yang telah ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada ASN di Indonesia.  

“Kalian sudah resmi menjadi bagian dari ASN dan bagian dari Pemkab Lamongan, tentunya punya konsekuensi untuk bertanggung jawab terhadap kewajiban pada pekerjaan yang kalian emban," ungkap Yuhronur.

Sebagai ASN harus tahu dan mengerti tentang core values yang ada yakni BERAKHLAK (Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).

Lebih lanjut Yuhronur menuturkan terkait employer branding ASN yakni bangga melayani bangsa, karena sebagai abdi negara harus mengutamakan pelayanan yang dimiliki daripada upah yang didapat.

“Kita semua sebagai pelayan yang melayani masyarakat, kita harus mengutamakan pelayanan kita.  Pelayanan terbaik harus dijadikan komitmen dalam hidup kita, urusan gaji atau upah adalah hal yang kesekian,” tandasnya.

Di akhir pengarahannya, Yuhronur menegaskan tentang implementasi dari core values BERAKHLAK agar selalu dijadikan pedoman dalam bertindak.

Jangan hanya tahu tentang BERAKHLAK, tapi itu harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Sebagai ASN jangan terkecoh sosial media atau menjadi provokator terhadap hal-hal yang buruk. Karena predikat ASN yang melekat pada diri kita berlaku selama 24 jam, bukan saat jam kerja saja,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved