NGELUNJAK, KKB Papua Berikan Syarat Tak Masuk Akal kepada Jokowi agar Mau Dialog

Ngelunjak alias tidak sadar diri. Ungkapan itu tampaknya pas dialamatkan pada Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua.

Editor: Tri Mulyono
FACEBOOK
Anggota KKB Papua saat pegang benda pusaka di batu keramat sambil ucap janji setia. KKB Papua menyatakan mau berdialog dengan pemerintah RI, namun dengan syarat yang tidak masuk akal. 

SURYA.CO.ID, PAPUA - Ngelunjak alias tidak sadar diri. Ungkapan itu tampaknya pas dialamatkan pada Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua.

KKB Papua menyatakan mau berdialog dengan pemerintah RI, namun dengan syarat yang tidak masuk akal.

Hal itu terungkap menyusul pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang ingin menyelesaikan ketegangan di Papua dengan cara dialog.

Merespons ajakan Jokowi, Panglima KKB Papua, Damianus Magayogi menyampaikan pernyataan dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, seperti dilansir Pos Kupang (jaringan Surya.co.id), Senin (6/6/2022).

Pihaknya ingin bertemu dengan Presiden Jokowi membahas berbagai macam permasalahan yang ada di Tanah Papua.

Dari video itu terungkap bahwa ada pesan dari orang nomor satu di Indonesia, yakni menyelesaikan masalah di Papua dengan cara dialog.

Hanya dengan dialog, semua persoalan di Papua bisa diselesaikan tanpa harus mengorbankan jiwa dan raga.

Masih dari video yang viral itu diketahui bahwa apa yang disampaikan Presiden Jokowi itu, mendapat respons yang baik dari Damianus Magayogi.

Hanya saja, pria bertubuh tegap itu memberikan beberapa catatan penting kepada Presiden Jokowi bila hendak menggelar dialog.

Melalui catatan penting itu, Damianus Magayoni mengungkapkan bahwa dialog tersebut bukan atas dasar keinginan untuk berbaik-baikan dengan Indonesia.

Dialog itu senantiasa berpijak pada arah perjuangan Papua selama ini, yaitu lepas dari Indonesia yang disebutnya sebagai penjajah.

Jika dialog hanya dilakukan demi kepentingan poros Jakarta-Papua, maka sebaiknya perang dilanjutkan dan dialog diabaikan.

Akan tetapi, kata Magayogi, apabila dialog itu demi mewujudkan target perjuangan Papua, maka itu diterima dengan hati gembira.

Syarat lainnya, tandas Damianus Magayogi, adalah yang memfasilitasi dialog tersebut bukan Indonesia atau Papua tetapi PBB.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved