Berita Surabaya

Fakta Bung Karno Putra Sang Fajar Lahir di Peneleh Surabaya Terbongkar

Komunitas penggiat sejarah, Begandring Soerabaia, bersama sejumlah tokoh berhasil menguak sejarah masa kecil Bung Karno atau Soekarno

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.tribunnews.com/Nuraini Faiq
Rembuk sejarah Bung Karno itu dihadiri Andreas Hugo Parera, Ketua Panitia Nasional Bulan Bung Karno yang dientuk DPP PDIP. Kemudian mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH yang kini anggota DPR RI. 


SURYA.co.id | SURABAYA - Komunitas penggiat sejarah, Begandring Soerabaia, bersama sejumlah tokoh berhasil menguak sejarah masa kecil Bung Karno atau Soekarno. Presiden pertama RI itu adalah arek Suroboyo kelahiran kampung Pandean, Kecamatan Genteng.

Bapak Proklamator yang masa kecil bernama Kusno itu juga dikenal dengan sebutan Putra Sang Fajar. Para penggiat sejarah dan tokoh itu pun menginisiasi untuk memotret lebih detail sejarah dan masa kecil Bung Karno.

Sejarah besar bangsa itu tengah digagas untuk menjadi film dokumenter dan buku, Putra Sang Fajar. Tokoh bangsa sang yang lahir di Surabaya 6 Juni 1901 di Jalan Pandean Gang IV No 40 Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng.

Penggiat sejarah dan para tokoh itu fokus dalam Cangkrukan yang digelar di Kafe Lodji Besar, kawasan Jalan Peneleh Surabaya, Sabtu (6/6/a2022). Inilah Rangkaian Bulan Bung Karno yang jatuh setiap Juni.

Rembuk sejarah Bung Karno itu dihadiri Andreas Hugo Parera, Ketua Panitia Nasional Bulan Bung Karno yang dientuk DPP PDIP. Kemudian mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH yang kini anggota DPR RI.

Juga hadir Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Surabaya sekaligus Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, anggota DPRD Surabaya dari PDIP Budi Leksono dan Khusnul Khotimah yang menjabat Ketua Komisi D.

Hadir pula Whisnu Sakti Buana, mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, yang kini menjadi Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur. Serta, penyanyi Andre Hehanusa.

Rembuk dan Cangkrukan itu sebagai persiapan menyusun buku: Bung Karno Lahir di Surabaya. Dan, persiapan pembuatan film dokumenter “Putra Sang Fajar”. Rembuk itu dipandu Kuncarsono.

Ditemukannya rumah Bung Karno di Pandean itu atas peran besar Bambang DH, sewaktu Wali Kota Surabaya 2002-2010. Juga peran Peter A Rohi yang dikenal wartawan senior dan kala itu memimpin Soekarno Institute.

“Kita berhutang budi kedua beliau-beliau yang melakukan penyelidikan dan riset tempat lahir Bung Karno di Surabaya," kata Kuncar.

Ketua Adi mendukung penuh ikhtiar menguak sejarah kelahiran Bung Karno lewat buku dan film dokumenter tentang Soekarno yang lahir di Surabaya. Masih banyak yang menganggap Bung Karno lahir di Blitar.

"Itu narasi Orde Baru dan harus diluruskan," kata Adi.

Bambang DH menyebut temuan fakta Soekarno lahir di Surabaya semula dipicu oleh pernyataan almarhum Roeslan Abdulgani, sahabat Bung Karno dan mantan Menteri Luar Negeri, yang asli kelahiran kampung Peneleh.

“Pak Roeslan bilang Bung Karno lahir di Surabaya. Kemudian Pak Peter A Roni yang waktu itu meneliti dan memperkuat dengan data dan fakta diantaranya berdasar kesaksian data sekunder hingga ditemukan rumah Bung Karno," kata Bambang.

“Sebagai generasi muda, kita bangga Bung Karno lahir di Surabaya. Bahwa Bung Karno adalah arek Suroboyo sudah kita declare tahun 2010, saat peringatan Juni Bulan Bung Karno,” kata Whisnu.

Rumah kelahiran Bung Karno di Jalan Pandean Gang IV No. 40 telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya.


>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved