Berita Viral

Dulu Viral Ajak 3 Istri di Pelantikan DPRD, Kini Nahwani Terancam Dipecat Ddiuga Lakukan Asusila

Dulu anggota DPRD Musi Rawas Utara (Muratara), Nahwani viral ketika mengajak 3 istri saat pelantikan jadi anggota dewan periode 2019-2024.

Editor: Iksan Fauzi
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Nahwani bersama ketiga istrinya saat dibawa menghadiri pelantikannya sebagai Anggota DPRD Muratara periode 2019-2024 pada 30 September 2019. Nahwani dipecat dari PKB. Dulu viral ajak 3 istri di pelantikan DPRD, kini Nahwani terancam dipecat dari PKB karena diduga lakukan asusila. 

SURYA.co.id | MURATARA - Dulu anggota DPRD Musi Rawas Utara (Muratara), Nahwani viral ketika mengajak 3 istri saat pelantikan jadi anggota dewan periode 2019-2024.

Namun, kini nasibnya jadi anggota dewan di ujung tanduk setelah DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memecatnya.

Adapun pemecatan tersebut terkait dugaan asusila yang dilakukan Nahwani terhadap partainya itu.

Nahwani lahir 6 Maret 1960. Nama ketiga istrinya itu adalah Rusia, Holiba dan Sri.

Nahwani lulusan Ilmu Administrasi Negara di Universitas Hazairin (Unihaz) Bengkulu dengan gelar S.IP.

Ia merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan terakhir Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Muratara.

Saat Nahwani mengajak ketiga istrinya ikut pelantikan DPRD menarik perhatian publik.

Tak sedikit yang memuji atas kekompakan para istri Nahwani.

Setelah hampir tiga tahun duduk di kursi dewan, Nahwani pun digoyang.

Nahwani segera diganti oleh politisi PKB lainnya setelah surat dari DPP PKB turun.

Hal itu berdasarkan surat DPP PKB Nomor 11067/DPP/01/V/2022 tanggal 19 Mei 2022.

Pemberhentian tersebut dikabarkan karena Nahwani diduga telah melakukan tindakan asusila yang merugikan dan mencemarkan nama baik PKB.

"Betul (Nahwani diberhentikan dari PKB). Betul (Diduga melakukan tindakan asusila)," kata Ketua DPC PKB Muratara, Akisropi Ayub.

Sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melakukan tindak tegas bagi kadernya, yang terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap partai dengan pemecatan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved