Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
UPDATE KASUS SUBANG, 5 Manuver Yoris Cabut Pengacara 2 Kali hingga Pecat Bendahara Sekolah, Ada Apa?
Ini lah sejumlah manuver Yoris Raja Amanullah yang terekam selama penyelidikan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.
SURYA.co.id - Ini lah sejumlah manuver Yoris Raja Amanullah yang terekam selama penyelidikan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.
Seperti diketahui, Yoris yang merupakan anak tertua korban Tuti Suharti dan kakak korban Amalia Mustika Ratu, adalah saksi penting kasus pembunuhan ini.
Namun, selama proses penyelidikan, Yoris justru kerap membuat langkah mengejutkan.
Terbaru, Yoris memilih keluar dari tim kuasa hukum Rohman Hidayah dan pecah kongsi dengan ayah kandungnya, Yosef Hidayah.
Keputusan Yoris keluar dari penasehat hukum (PH) Rohman Hidayat diakui dalam video yang diunggah channel youtube Heri Susanto.
Dia mengaku mencabut kuasa Rohman Hidayat sejak tanggal 26 Mei 2022.
Baca juga: FAKTA Baru Kasus Subang Usai Yoris-Yosef Pecah Kongsi Polisi Datangi TKP Lagi dan Ada Mobil Hilang
Dia beralasan ingin mengawal kasus pembunuhan ibu dan amel tanpa pendampingan.
"Mungkin kang heri dari awal sudah tahu. Saya ingin mengawal kasus mama sama amel tanpa pendampingan," alasannya.
Yoris juga memastikan pencabutan kuasa juga dilakukan sang istri, Yanti Jubaedah.
Saat ditanya alasannya, Yoris enggan mengungkapkan karena alasan pribadi.
"Mungkin itu lah nanti lah. Berproses aja
Dari awal juga kang yoris pengen sendiri, tanpa ada PH," katanya.
Yoris pun meminta agar masyarakat tetap mengawal kasus pembunuhan yang telah menewaskan ibu dan adiknya.
Berikut manuver Yoris mulai awal kasus Subang hingga saat ini:
1. Menyudutkan ayah dan ibu tiri
Di awal kasus ini, Yoris kerap mengeluarkan statemen yang cenderung menyudutkan Yosef dan ibu tirinya, Mimin Mintarsih.
Yoris lah yang mengungkap adanya bercak darah di baju Yosef.
Yoris juga menyebut Yosef kerap meminta uang tanpa mau menanggung biaya tahlilan kedua almarhumah.
Selain itu, Yoris juga mengungkap kejanggalan sikap ayahnya, Yosef Hidayah dan pamannya, Mulyana, pada malam hari setelah kejadian.
Menurut Yoris, Mulyana sempat meminta dia membawa mobil Yaris Amel ke rumah keponakan Yosef serta membawa sejumlah barang ke rumahnya dahulu sebelum diberikan ke penyidik.
Permintaan itulah yang kemudian mengantarkan kecurigaan keluarga.
Sementara terkait Mimin, Yoris pernah menyebut, ibu tirinya itu membuat ibu dan adiknya menangis karena pamer kemesraan dengan ayahnya di muka umum.
2. Pilih kuasa hukum berseberangan dengan ayahnya
Di awal kasus ini, Yoris sempat ditawari kuasa hukum bersama Yosef.
Namun, tawaran itu ditolak dengan alasan tidak memiliki biaya untuk membayarnya.
Namun, di pertengahan kasus ini Yoris justru mencari kuasa hukum bersama saudara sepupunya, Muhammad Ramdanu alias Danu.
Akhirnya, Yoris mendapat pendampingan hukum cuma-cuma alias gratis dari ATS Law Firm yang dipimpin Achmad Taufan Soedirjo.
Dari sini, Yoris kerap membuat statemen yang berseberangan dengan sang ayah, Yosef Hidayah.
3. Pecah Kongsi dengan Danu
Meski didampingi cuma-cuma, Yoris memilih keluar dari pengacara Achmad Taufan Soedirja dan bergabung dengan pengacara ayahnya, Rohman Hidayat.
Pencabutan Yoris yang secara tiba-tiba itu membuat kecewa tim kuasa hukumnya yang dikomandoi Achmad Taufan.
Apalagi pencabutan tersebut disampaikan melalui pesan singkat dan dianggap tidak etis. Hingga akhirnya, tim kuasa hukumnya minta Yoris berkirim surat secara resmi.
"Tanggal 24 Desember lalu, katanya Yoris sudah mencabut kuasa dari tim kuasa hukum sebelumnya yaitu Achmad Taufan dan langsung memberikan surat kuasa kepada kami," ucap Rohman Hidayat kepada TribunJabar.id di Subang, Senin (27/12/2021).
Ia sangat menyambut baik Yoris yang sudah bergabung dengan kuasa hukum ayahnya, Yosef.
"Kalau bergabung gini, sudah tidak ada saling curigalah antara orang tua bersama dengan anak," katanya.
Sementara itu, Yosef yang mengetahui kabar anaknya saat ini bergabung, kata Rohman, juga ikut senang.
Menurut Rohman Hidayat, itu merupakan keinginan Yosef sejak awal kasus Subang.
"Pak Yosef tidak keberatan justru senang apabila anaknya, Yoris, didampingi kami. Memang sejak awal niatnya juga begitu. Kami menawarkan pendampingan untuk Yoris," ujar Rohman Hidayat.
4. Kuasai yayasan, pecat bendahara
Setelah bergabung kembali dengan Yosef, Yoris pun kembali menjadi ketua yayasan Bina Prestasi Nasional.
Keputusan Yoris kembali ke yayasan akhirnya memakan korban.
Mr X, bendahara SMP dan SMK Bina Prestasi Nasional yang sebelumnya ditunjuk sebagai pengganti Amel, tiba-tiba dipecatnya.
Mr X mulai masuk Yayasan Bina Prestasi Nasional tahun 2018 dan diangkat menjadi bendaharea SMK dan SMP pada Septembet 2021, atau sebulan setelah pembunuhan Tuti dan Amel.
Dalam SK pengangkatan yang keluar pada Oktober 2021, Mr X menggantikan jabatan yang ditinggalkan Amel setelah dibunuh.
Setelah menjabat bendahara, Mr X langsung mengecek data siswa yang ada di laptop sekolah.
Ternyata saat itu ada pengurangan jumlah siswa sekitar 150 siswa dari sebelumnya 400 an siswa.
Jumlah siswa yang ada saat itu, sebanyak 146 siswa SMP dan 153 siswa SMK.
Selain mengungkap adanya pengurangan siswa, Mr X juga membeber penerimaan bantuan operasional sekolah (BOS).
Disebutkan, selama tahun 2021, pencairan BOS tahap 1 dan 2 dilakukan kepala sekolah Wahyu dan bendahara Amel.
Sementara pencairan BOS tahap 3 oleh kasek Wahyu dan dia.
Sedangkan untuk pencairan tahap 1 tahun 2022 dilakukan dia dengan Iwan, kepala sekolah baru yang menggantikan Wahyu.
Hal itu terjadi karena Wahyu keluar setelah pencairan 2021 tahap 3.
Pencairan itu diketahui Yoris yang kembali menjadi ketua yayasan.
Namun, setelah pencairan itu dia justru diberhentikan dengan tidak hormat dari bendahara sekolah oleh Yoris.
Ironisnya, surat pemberhentian tertanggal 27 April 2022 yang ditandatangani Yoris itu diketahui dari WA grup.
"Saya merasa tidak dihargai karena tidak ada panggilan pertama, kedua," aku Mr X yang nomor kontaknya diblokir oleh Yoris.
Lalu, siapa pengganti dia sebagai bendahara sekolah?
Mr X mengaku tidak mengetahui pasti, namun setelah didesak dia pun akhirnya mengakui jika bendahara sekolah kini juga dipegang oleh Yoris.
Sementara bendahara yayasan diduga dipegang istri Yoris, Yanti Jubaedah.
Kenapa Yoris bisa merangkap ketua yayasan dan bendahara sekolah, Mr X mengaku tidak mengetahui pasti.
5. Status WA menghebohkan
Setelah Mr X berkoar di media sosial, Yoris mengunggah curahan hatinya di status WhatsApp miliknya.
Yoris meluapkan kekesalannya kepada pihak yang ingin menjatuhkannya di yayasan.
Seperti diketahui, Yoris adalah ketua Yayasan Bina Prestasi Nasional Subang yang membawahi SMP dan SMK di wilayah tersebut.
Selain merasa dijatuhkan oleh pihak-pihak tertentu, Yoris juga mengaku dikriminalisasi soal yayasan.
Hanya saja, dia tidak gamblang menyebut siapa pihak-pihak yang dimaksud.
Dia hanya berkoar bahwa penyidik kepolisian tidak bodoh dan tidak bisa dikibuli.
Berikut status-status WA Yoris yang membuat ramai jagad maya:
"Dari awal Aa udah curiga (*****) ini ingin menjatuhkan aa di yayasan... Hahaha Allah Maha Tahu mana yang Salah dan Benar.. Sekarang mending netral lagi"
"Mereka yang minta aa yang beresin sekolah tapi mereka yang bikin ulah memojokkan aa hahahaha asuuu (imoji tertawa)"
"Mereka mau mengkriminalisasi saya soal yayasan..
Penyidik tidak bodoh boss... Mereka orang2 sudah terlatih.. nggak bisa dikibuli hehe"
Di status lain, Yoris menyebut pihak yang ingin mengkriminalisasi itu di awal memintanya untuk membenahi yayasan, tapi terakhirnya justru menyudutkan dia.
Dia pun menduga hal itu karena dia sudah tahu dalangnya.
"Lucu lucu... mereka yang minta buat benahi yayasan sama sekolah... Eh malah saya yang disudutkan.. hayo kenapa? Karena saya sudah tahu dalang (pengen yayasan) hehe (diluar kasus)"
Setelah membuat status WA ini, Yoris memilih keluar dari kuasa hukum Rohman Hidayat.
>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/yoris-raja-amanullah-belum-menanggapi-petisi-terkait-dugaan-pencucian-uang-di-yayasan.jpg)