Berita Mojokerto

Ada Wabah PMK di Mojokerto, Pemkab Sediakan Pasar Hewan Online Jelang Idul Adha 2022

Masyarakat di Kabupaten Mojokerto kini tak perlu khawatir saat akan menjual maupun membeli hewan ternak di tengah merebaknya wabah PMK

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, M Iwan Abdillah menunjukkan aplikasi Tumbas untuk melakukan transaksi jual beli hewan ternak via online, Rabu (1/6/2022). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Masyarakat di Kabupaten Mojokerto kini tak perlu khawatir akan menjual maupun membeli hewan ternak di tengah merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pasalnya, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Pertanian (Diperta) telah menyediakan pasar hewan online berbasis aplikasi Marketplace Tumbas.

Aplikasi https://tumbas.mojokertokab.go.id/ tersebut digunakan untuk memfasilitasi para pedagang dan pembeli yang hendak membeli hewan ternak, misalnya sapi maupun kambing untuk kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2022.

Sekaligus untuk menyiasati penutupan sementara enam pasar hewan di Kabupaten Mojokerto akibat wabah penyakit PMK pada ternak sapi pada 8 Mei 2022, hingga batas waktu yang belum ditentukan menunggu pemberitahuan lebih lanjut.

Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, M Iwan Abdillah mengatakan, pihaknya dengan Diperta menyediakan pasar hewan online melalui aplikasi Tumbas untuk memudahkan pedagang dan pembeli hewan ternak di saat wabah penyakit PMK.

"Aplikasi Marketplace Tumbas kerja sama dengan Dinas Pertanian untuk memfasilitasi  transaksi jual beli hewan saat ada wabah penyakit PMK," jelasnya kepada Surya.co.id, Rabu (1/6/2022).

Iwan menyebut, pedagang ternak sapi dan kambing akan dimudahkan dengan aplikasi Tumbas lantaran telah terkoneksi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto yang menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Pembeli cukup mendaftar di aplikasi Tumbas dengan mengisi sesuai identitas dan alamat email.

Dalam aplikasi Tumbas terdapat menu 'Hewan Ternak' jika di klik akan muncul jenis hewan ternak meliputi sapi, kerbau, kambing dan domba lengkap dengan gambar dan spesifikasi ternak mulai dari jenis hewan, harga hingga bobotnya.

Nantinya, pembeli akan langsung terkoneksi dengan penjual hewan ternak.  Setelah berkomunikasi melalui nomor WhatsApp, mereka bisa bertemu dan pembeli bisa melihat secara langsung secara fisik hewan ternak di kandang.

"Konsumen bisa memilih hewan ternak di dalam aplikasi Tumbas dan sudah kami input sesuai kategori kelompok ternak beserta spesifikasi dan harga," ungkapnya.

Pembeli maupun penjual diuntungkan, lantaran hewan di Marketplace Tumbas ini dilengkapi dengan surat SKKH. Sehingga pembeli tak perlu khawatir ketika membawa hewan ternak antar kota lantaran ada SKKH resmi dari dinas terkait.

"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir membeli hewan ternak aplikasi Tumbas, juga untuk menekan persebaran wabah penyakit PMK," ucap Iwan.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi penjualan ternak online bekerja sama dengan Disperindag melalui melalui marketplace Tumbas yang diikuti peternak, petugas pasar hewan, paramedik dan PPL Kabupaten Mojokerto pada Selasa (31/5/2022) kemarin.

"Sebagai upaya solusi adanya wabah PMK  dengan pembatasan lalu lintas ternak dan penutupan sementara enam pasar hewan yang ada di kabupaten Mojokerto

Sehingga peternak, penjual  ternak  bisa  bertransaksi melalui  aplikasi Tumbas  dengan pembeli," terangnya.

Setelah dilakukan transaksi dengan penjual, nantinya ada notifikasi ke Dinas Pertanian dan dilakukan pemeriksaan kondisi ternak untuk menerbitkan SKKH.

"Surat SKKH diterbitkan setelah paramedik melakukan pemeriksaan ternak," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved