Kamis, 9 April 2026

Berita Lamongan

Mengejar Zero Stunting, Pemkab Lamongan Terjunkan 1.038 TPK Beranggotakan 3.108 Orang

ibu-ibu penggerak TPK lebih peka lagi khususnya ketika ada catin, juga ibu-ibu hamil, termasuk anak-anak yang baru lahir

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menandai launching Lamongan Menuju Zero Stunting di Aula Pertemuan Gajah Mada Lantai 7 Pemkab Lamongan, Selasa (31/5/2022). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Sampai sekarang belum ada satu daerah pun yang sukses mencapai kasus nol (zero) stunting, meski target tersebut bukannya tidak mungkin. Justru kendala dan kesulitan itulah yang memotivasi Pemkab Lamongan mengejar target zero stunting dengan meneguhkan komitmen berbagai elemen di daerah.

Sebagai bentuk komitmen, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi melaunching program 'Lamongan Menuju Zero Stunting' di Aula Pertemuan Gajah Mada Lantai 7 Pemkab Lamongan, Selasa (31/5/2022).

Sebagai pengetahuan, stunting atau gangguan pertumbuhan anak, tidak hanya berkaitan tentang pertumbuhan anak yang terhambat, namun juga perkembangan otak yang kurang maksimal.

Namun hal itu bisa dicegah melalui upaya secara holistik, integratif dan berkualitas melalui sinergitas, koordinasi dan kerjasama semua sektor, baik kesehatan maupun non kesehatan. Dan pemahaman itulah yang membuat Lamongan optimistis menuju zero stunting.

Diungkapkan Yuhronur, hasil survey Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Lamongan pada 2021 cukup tinggi, yaitu masih di angka 20,5 persen. Dan ditargetkan kasus stunting turun di bawah 14 persen pada tahun 2024.

Untuk mencapai target tersebut, berbagai upaya terus dikebut Pemkab Lamongan sebagai bentuk keteguhan dalam komitmennya menurunkan stunting hingga tercapai zero stunting. “Ini merupakan momen penting untuk meneguhkan komitmen kita bersama untuk menurunkan stunting bahkan menuju zero stunting," tegas Yuhronur.

Launching program itu juga menjadi wujud dari sebuah kolaborasi penanganan stunting yang tidak bisa ditangani satu sektor atau instansi saja, tetapi harus dilakukan bersama-sama secara kolaboratif.

Sebagai implementasi dalam percepatan penurunan stunting, masih menurut Yuhronur, Pemkab Lamongan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) telah membentuk 1.038 Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Semua tim itu memiliki 3.108 orang anggota yang terdiri dari tenaga kesehatan, kader PKK dan kader KB, yang siap melakukan pendampingan kepada calon pengantin (catin), ibu hamil dan ibu yang memiliki anak baduta (usia 0-23 bulan) agar percepatan penurunan stunting efektif dan tepat sasaran.

Yang lebih penting, ibu-ibu penggerak TPK lebih peka lagi khususnya ketika ada catin, juga ibu-ibu hamil, termasuk anak-anak yang baru lahir. Karena kunci pencegahan dan penanganan kasus stunting adalah 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Senada dengan Bupati Yes, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Lamongan, Wabup Lamongan, KH Abdul Rouf mengatakan, dengan adanya pendampingan kepada calon pengantin akan diketahui kondisi kesehatan calon pengantin.

Dan diharapkan calon pengantin siap untuk melaksanakan pernikahan, sehingga ketika hamil akan melahirkan anak yang sehat dan tidak terkena stunting.

Untuk itu, Kiai Rouf mengajak para calon pengantin mendaftarkan diri ke KUA sekitar tiga bulan sebelum menikah, serta mengunduh aplikasi di Elektronik Siap Nikah dan Hamil (ELSIMIL). “Di dalam aplikasi ELSIMIL akan diketahui kondisi calon pengantin, seperti usia, tinggi dan berat badan, ukuran lingkar lengan atas (LILA), anemia atau kadar HB dalam darah,” ungkapnya.

Kegiatan ini dibarengi pengukuhan duta penurunan stunting oleh Ketua Genre Kabupaten Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi serta penandatanganan komitmen bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), tokoh agama, tokoh masyarakat dan mitra kerja lainnya dalam upaya penurunan stunting di Lamongan. *****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved